Pelaksanaan haji setiap tahunnya mengalami kenaikan. sehingga dapat memepepanjang daftar tunggu jemaah haji yang akan melakukan haji.

Pendaftar haji saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pihak Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwasanya saat ini daftar tunggu ibadah haji mencapai 4 juta. Angka ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kasubdit Haji dan Umrah Kemenag M Noer Alya Fitra mengatakan bahwasanya pihaknya terus berinovasi dalam menyelenggarakan ibadah haji pada tahun ini. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kepuasaan pelayanan jemaah haji Indonesia.

“Orang yang menunggu saat ini sudah empat juta, artinya satu orang ada masalah maka ada empat juta masalah belum lagi permasalahan lainnya. Kami terus berinovasi pelayanan terkait hal seperti itu. Kami tidak ada penambahan kuota haji (221 ribu), regulasi tetap siapa yang berangkat duluan adalah yang terdaftar duluan,” ujarnya.

Tantangan penyelenggaraan ibadah haji tidak mudah. Meski dalam tiga tahun terakhir Kemenag mendapatkan Indeks Kepuasaan Jemaah dalam kategori memuaskan. “Semua orang ingin mengetahui informasi haji, jadi ibadah ini menjadi perhatian. Ketika biaya haji ditetapkan sama dengan tahun lalu maka kita dituntut harus mampu memberikan layanan, paling tidak sama dengan tahun lalu. Sebisa mungkin ditingkatkan, tentu tantangannya berat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan delapan inovasi penyelenggaraan ibadah haji. Salah satunya adalah terkait pembayaran ongkos haji menggunakan sistem non-teller sehingga akan memperlancar dan memudahkan gerak pelunasan.

“Program tersebut membantu khusus jemaah lansia bisa mengajukan bisa berangkat lebih maju, kita melihat kuotanya juga dan berkepihakan bahwa jemaah yang berangkat dan meninggal duluan atau melunasi maka bisa digantikan keluarga dekat suami atau istri atau anak atau menantu. Ini merupakan terobosan agar memberikan akses keadilan untuk berangkat haji,” ucapnya.

Kemudian, inovasi lainnya terkait dengan upaya penyewaan hotel di Madinah menggunakan full musim. Langkah ini guna memastikan penempatan jemaah di hotel sejak awal dan meminimalkan ketergantungan dengan Majmuah.

“Dulu pemerintah mencari rumah, sekarang persetujuan DPR jauh enggak apa-apa yang penting bagus, disediakan transportasi 24 jam diberikan bus shuttle. Kemudian penyewaan di Madinah tahun ini sewa full musim, selama ini jemaah di Madinah satu hotel sampingan jemaah Pakistan atau India maka tahun ini diupayakan jumlah hotel yang disewa full musim jadi sama dengan jemaah haji di Makkah,” jelasnya.

Soal ibadah umrah, ia juga melakukan terobosan. Mengingat jumlah jemaah umrah setiap tahunnya mengalami peningkatan. Data terakhir mencapai satu juta jemaah umrah. “Umrah sebuah bisnis walaupun UU kategori nirlaba sehingga karena seluruhnya diselenggarakan oleh pihak swasta maka tuntunan pemerintah ke swasta maka harus meningkatkan layanan semaksimal mungkin. Tantangan jumlah umrah setiap tahun meningkat, tahun lalu 1.050.000 tidak ada 12 bulan jadi sudah tembus sejuta artinya menjadi tantangan bagaimana merangsang animo masyarakat melakukan wisata religi ke Arab Saudi,” ungkapnya

Untuk jemaah haji yang sedang dalam masa tunggu, harap bersabar dan tetap menyiapkan keperluan akan digunakannya ketika di Arab Saudi. Dan yang paling penting adalah jemaah haji haruslah menjaga kesehatnnya. Karena jika jemaah haji dinilai tidak sehta, maka jemaah haji akan ditunda keberangkatannya.