Pelaksanaan haji tahun ini semakin dekat, sehingga banyak calon jemaah dari berbagai daerah mulai membuat pasport yang akan digunakan untuk haji.

Pelaksanaan haji tahun ini semakin mendekati waktunya. Persiapan demi persiapan telah dilakukan oleh pihak pemerintah. Begitu pula dengan calon jemaah haji tahun ini, yang semakin mendekati masa keberangkatan. Banyak persiapan yang harus disiapkan oleh calon jemaah haji, salah satunya adalah masalah kesehatan. Dimana jemaah haji tidak dibolehkan berkolesterol tinggi, gula darah tinggi, darah tinggi atau yang lainnya. Jadi, sebelum pemeriksaan kesehatan, jemaah haji harus menyiapkan tubuhnya agar lolos seleksi dan dibolehkan untuk mengikuti haji tahun ini. beberapa daerah telah membuka permohonan paspor haji, salah satunya adalah provinsi Aceh.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Provinsi Aceh telah membuka pelayanan pemohon paspor untuk calon jemaah haji pada 2019. Permohonan ini lebih dikhususkan lagi buat warga pulau terluar paling barat Indonesia itu.

“Sejak dua hari yang lalu, kami telah membuka pelayanan paspor untuk calon jemaah haji, baik pemohon baru maupun penggantian paspor lama dan termasuk penambahan nama,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang Anton Helistiawan melalui Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Said Azhar di Banda Aceh, Rabu (13/2).

Ia menyebutkan bahwasanya calon jemaah haji dari Kota Sabang secara keseluruhan berjumlah 53 orang. Sesuai data yang diajukan Kantor Kementerian Agama Kota Sabang yang terdiri atas 21 orang calon jemaah laki-laki dan 32 orang perempuan. “Sebagian calon jemaah haji tersebut sudah pernah memiliki paspor dan sebagian di antaranya pemohon baru. Ya, kami mengingatkan agar semua pemohon paspor baru maupun perpanjangan mengajukan data yang benar sesuai yang tercatat di Dinas Kependudukan,” kata dia.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian pada pasal 126 menyebutkan bahwasanya setiap orang yang dengan sengaja, menggunakan dokumen perjalanan Republik Indonesia untuk masuk atau keluar wilayah Indonesia, tetapi diketahui atau patut diduga bahwa dokumen perjalanan Republik Indonesia itu palsu atau dipalsukan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun. Atau bisa dikenakan pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Kantor Imigrasi Kelas II Sabang telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Agama Kota Sabang dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi awal paspor di Aula Madrasah Terpadu MAN Sabang. “Kita mengharapkan adanya kerja sama dari calon jemaah haji dalam hal persiapan berkas persyaratan dan pemberian keterangan yang benar sehingga memudahkan petugas imigrasi dalam memberikan pelayanan paspor haji,” katanya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Sabang Tgk Murdani membenarkan data sementara calon Jemaah haji pulau terluar paling barat Indonesia itu. keseluruhannya sudah termasuk cadangan 53 orang.

“Jadi, 53 orang calon jemaah haji dari Sabang itu masih data sementara dan sudah termasuk cadangan,” katanya. 

Dari data tersebut pemerintah akan memberitahukan kepada calon jemaah haji ini untuk menjaga kesehatannya serta segera menyiapkan keperluan yang akan dibutuhkannya ketika sampai di Arab Saudi.