Sholat yang paling baik adalah sholat yang dikerjakan dengan berjama’ah. dan pastilah akan mendapatkan pahala berlipat-lipat.

Seringkali sebagai seorang umat islam, muslim maupun muslimah menjadi imam dalam suatu jamaah sholat entah itu dikarenakan terjadwal seperti di masjid-masjd zaman sekarang atau mungkin saat kita menjadi imam sholat dalam keluarga kita sendiri maupun sahabat. Namun yang harus diketahui adalah bagaimana adab-adab menjadi imam sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Berikut ini merupakan beberapa adab yang hendaknya dilakukan oleh imam dalam sholat sesuai yang dirumuskan oleh ulama. Karena ulama merupakan pewaris para nabi. Berikut ini adalah adab-adab yang harus dilakukan :

  1. Sebaik-baiknya bagi seseorang Imam itu bahwa ia mempercepat  sholat. Dalam hal ini Anas bin Malik R.A  berkata: “Aku tidak pernah bersholat di belakang sesorang yang lebih ringkas sholatnya tetapi lebih sempurna selain rasulullah SAW”.
  2. Janganlah imam memulai takbiratul ihram sebelum muazin selesai mengumandangkan iqamah dan jamaah membenarkan shof (atau meluruskan barisan sholat).
  3. Imam hendaklah mengeraskan saat takbir dan makmum pula jangan mengeraskan  suaranya kecuali hanya sekedar terdengar kepada dirinya sendiri.
  4. Imam hendaklah berniat menjadi imam supaya ia mendapat pahala berjamaah. Jikalau imam tidak berniat menjadi Imam dan makmum di belakang berniat mengikuti Imam maka sah sembahnyang sekalian makmum dan mereka mendapat pahala berjamaah (dan sah juga sholat Imam tapi tidak mendapat pahala berjamaah)
  5.  Imam hendaklah merendahkan suaranya ketika membaca doa iftitah dan seperti halnya orang sholat sendirian dan hendaklah Imam meninggikan suaranya ketika membaca surat Al Fatihah dan surat surat pendek setelah Al fatihah  pada sholat shubuh dan dua rakaat awal dari sholat magrib dan Isya.
  6. Hendaklah imam berdiam sebentar setelah membaca surat al fatihah untuk dapat mengambil nafas dengan sempurna dan hendaklah makmun mengambil peluang masa berdiam ini untuk membaca surat Al Fatihah.
  7.  Imam hendaknya jangan membaca tasbih ruku’ dan tasbih sujud lebih dari tiga kali.
  8. Hendaklah imam jangan membaca selain surat al fatihah pada dua rokaat terakhir pada sholat yang tiga rokaat atau empat rokaat dan janganlah dia suka memanjangkan bacaan seperti memanjangkan doa di dalam tasyahhud akhir setelah membaca tasyahud yang wajib dan sholawat atas Rasulullah SAW.
  9. Ketika salam hendaklah imam berniat mengucapkan salam kepada ahli surga dan jamaah pula berniat untuk menjawab salam dari imam.
  10. Hendaklah imam duduk sebentar setelah selesai salam dan hendaklah dia menghadap kepada para makmum dengan wajahnya  dan jangan menoleh (ke kiri atau ke kanan).
  11. Hendaknya imam membaca doa qunut dengan lafaz “Allahummahdini fiiman hadaid, wa ‘afini fiman ‘afait, dst……….” dan hendaklah imam meninggikan suaranya. Kemudian hendaknya para makmum mengaminkan di belakang imam.

Hal-hal diatas merupakan beberapa adab yang hendaknya dilakukan oleh seseorang kita menjadi imam dalam jamaah sholat. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk melaksanaknnya. Aamiin. Wallahu a’lam bis showab.