Saat ini, pergaulan sudah menjadi hal yang biasa dikalangan remaja, yang harus diperhatikan adalah kontrol dan doa dari para orang tua.

Berbagai kemajuan zaman sekarang ternyata berbanding terbalik dengan nilai moral yang ada dalam masyarakat terutama pada generasi muda. Pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa. Banyak kawula muda mudi boncengan sana sini dengan tujuan yang tidak jelas padahal mereka belum sah dan hal yang  paling ditakutkan adalah terjadi perbuatan zina. Hal ini tidak mengherankan karena zina merupakan salah satu dosa besar. Dalam hukum islam orang yang berzina jika masih belum pernah menikah maka akan dihukum dengan hukuman cambuk 100 kali dan bagi yang sudah menikah akan dihukum rajam sampai meninggal.

Hal ini tentu membuat orang  tua khawatir terhadap anaknya berbagai upaya entah itu upaya lahir dan batin pasti sudah dilakukan oleh orang tua untuk menghindarkan  anaknya dari pergaulan bebas dan yang utama adalah untuk menghindari dari zina. Berikut ini akan dibahas amalan dari beberapa ulama yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghindarkan anaknya dari perbuatan zina sejak dini.

Salah satu amalan menurut awal yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak dari perbuatan zina yang dikatakan oleh Syaikh Ibrahim Al Bajuri yaitu ketika anak baru lahir hendaknya untuk dibacakan adzan pada telinga kanan dan iqaamah pada telinga kiri. Pembacaan adzan ini berlaku untuk semua bayi yang baru lahir entah itu dari rahim wanita muslim maupun wanita non muslim. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah kitab karya Syaikh Ibrahim Al Bajuri.

“(Dan disunnahkan adzan), maksudnya meskipun dilahirkan dari wanita atau orang kafir. Adapun perkataan pengarang (Fathul Qorib) dibacakan adzan pada telinga anak yang kanan dan iqamah pada telinga anak yang kiri. Sebagaimana hadits Ibnu Sunni “Barangsiapa diberikan anugerah anak kemudian ia membacakan adzan di telinganya bagian kanan dan iqamah bagian kiri, anaknya tidak akan diganggu ummus shibyan, maksudnya adalah wanita pengikut jin atau yang terkenal dengan nama qarinah. Dan karena Rasulullah SAW membacakan adzan pada telinga Sayyid Husain saat dia dilahirkan oleh Fathimah alaihamas salam. Hadist ini diceritakan oleh At tirmidzi. Menurut dia, hadist ini kualitasnya hasan shahih. (Lihat Ibrahim, Al Bajuri [Beirut: Darul Kutub Al Ilmiyah], vol 2, h : 572)

Adzan ini merupakan media mengenalkan anak kepada Tuhan saat pertama kali telinganya mendengarkan apa-apa yang ada di dunia ini. Selain mengutip dari hadist Rasulullah Shallallahu a’alaihi wa sallam Syaikh Ibrahim juga memberi ijazah amalan yang merupakan ijazah para masyayikh atau guru-guru beliau yaitu supaya anak yang baru lahir dibacakan surat Al-Qadr.

“Dikutip dari Syaikh Ad-Dairoby bahwa sunnah untuk dibacakan pada telinga anak, surat inna anzalna (Al-Qadr). Sebab orang yang melakukan ini, Allah tidak akan menakdirkan dia zina sepnjang hidupnya. Ad-Dairobi berkata, demikianlah yang kami dapat dari para guru kami (Lihat Ibrahim, Al Bajuri [Beirut: Darul Kutub Al Ilmiyah], vol 2, h : 572)

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan diatas adalah untuk menghindarkan anak dari perbuatan zina dapat dilakukan sejak dini bahkan ketika anak baru lahir kedunia yaitu dengan mengumandangkan adzan di pada telinga kanan anak dan iqamah pada telinga kanan kemudian membacakan surat Al-Qadr pada telinga kanan bayi. Semoga Allah menghendaki agar sang anak tersebut terhindar dari perbuatan zina. Wallahu a’lam bis Showab