Memakan daging bangkai menurut Islam adalah hukumnya haram. namun, Islam memberikan kekhususan terkait bangkai binatang haram.

Belalang merupakan salah satu binatang dari jenis serangga yang banyak ditemukan di Indonesia terutama di daerah yang banyak pohon atau tanamannya. Karena jumlahnya yang begitu banyak dan mudah ditemukan tak jarang belalang digunakan sebagai salah satu bahan makanan. Bahkan zaman sekarang sudah banyak ditemukan toko maupun warung makanan yang menyediakan menu atau jajanan dengan bahan utama belalang seperti tumis belalang, belalang goreng, belalang krispy dan lain-lain. Terlepas dari segi kesehatan yang dikandung oleh belalang, yang menjadi permasalahan adalah apakah jenis makanan dari belalang diatas halal atau haramkah untuk dikonsumsi umat muslim? Mengingat menu-menu olahan dari  belalang diatas juga sudah menjadi favorit di kalangan masyarakat. Berikut pembahasannya.

Perlu diketahui oleh seluruh umat muslim bahwa belalang merupakan salah satu binatang yang diberikan kekhususan atau mempunyai keistimewaan  dalam hukum Islam yaitu dapat dimakan meski sudah dalam keadaan menjadi bangkai.  Hal ini diperjelas dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam  yang berbunyi :

“Dihalalkan bagi kalian dua bangkai dan dua darah, dua bangkai yaitu belakang dan ikan, sedangkan dua darah yaitu limpa dan hati” (HR. Baihaqi).

Bahkan dalam berbagai riwayat juga dijelaskan bahwa Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Pada suatu ketika beliau pernah menjalani tujuh kali peperangan dengan berbekal mengonsumsi belalang. Pernyataan  ini seperti hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abi Aufa :

“Kami berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tujuh peperangan mengonsumsi belalang.” (HR. Muslim)

Berdasarkan beberapa dalil berupa hadists diatas, maka sudah sangat jelas dan  tidak diragukan lagi bahwa belalang adalah binatang yang halal untuk dikonsumsi meski sudah berbentuk bangkai, bahkan hukum kehalalan mengonsumsi binatang ini sudah disepakati oleh kebanyakan ulama. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Hayat al-hayawan al kubra .

“Umat muslim sepakat atas kehalalan mengonsumsi belalang.”  (Syekh Kamaludin ad-Damiri, Hayat al-Hayawan al Kubra juz 1, hal.272)

Untuk jenis belalang yang dapat dikonsumsi. yaitu dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibir.

“Halal mengonsumsi bangkai belalang berdasarkan hadits yang telah dijelaskan. Belalang adalah hewan darat dan laut, sebagian berwarna kuning, putih dan merah. Ia memiliki dua tangan pada dadanya, dua penegak bagian tubuh yang tengah dan memiliki dua kaki pada bagian belakang tubuhnya.” (Syaikh Abu Bakar Muhammad Syatha’, Hasyiyah i’anah at-Thalibin, juz II hal.353). Jadi untuk umat muslim yang mengonsumsi belalang dan untuk toko maupun warung makan yang menyediakan olahan dari belalang tidak usah khawatir mengenai hukum makan daging belalang karena dihukumi oleh ulama dengan hukum halal. Wallahu a’lam bis showab.