Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umat muslim untuk selalu berbuat baik atau selalu menolong kepada sesama umat muslim di dunia.

Setiap manusia pastilah membutuhkan orang lain dalam melakukan kehidupan sehari-hari. Dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya, semua orang di dunia ini akan membutuhkan bantuan dari orang lain. sehingga kita di dunia ini akan membutuhkan orang lain maka lebih baik kita berbaik hati kepada orang lain, tetangga maupun saudara, untuk kelangsungan kehidupan di dunia. Seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadis, bahwasanya semua umat muslim akan membutuhkan umat muslim yang lain, sehingga lebih baik berbaik hati kepada sesama umat muslim. Rasulullah SAW juga pernah mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk saling membantu antar sesama umat, baik yang tidak kita sukai atau yang dekat dengan kita. Karena semuanya adalah ciptaan Allah SWT.

Seperti contohnya, kita di ingatkan oleh pesan moral Rasulullah SAW pada awal pembangunan masyarakat Madinah, Nabi Muhammad menyampaikan bahwasanya terdapat empat pesan moral kepada umat Islam, yakni tebarkan salam, bangun keakraban, wujudukan kepedualian sosial, dan bangun shalat malam pada saat orang-orang sedang tidur. Nampak jelas, poin utama yang disampaikan Nabi Muhammad adalah agar kita hidup rukun, tentram, dan tidak ada permusuhan.

Pesan tersebut artinya Islam selalu mempunyai tujuan mempersatukan golongan-golongan yang bermusuhan dan kelompok-kelompok yang saling berperang. Lalu bagaimana para pemuka agama akan mencontohkan teladan baik, sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang selalu cekcok, berselisih, dan saling bertikai. Kita bisa tengok, beberapa tokoh agama yang tidak sepakat dengan pemerintah, menyerukan revolusi, menyerukan ancaman, dan menyulut api kebencian.

Panutan pribadi matang, tiada lain adalah Nabi Muhammad SAW Imam Ghazali menerangkan, “kematangan kepribadian Nabi Muhammad terletak pada kecenderungannya untuk “sukar marah, tapi gampang memaafkan”. Cak Nun melanjutkan, “Sedangkan kita ini mungkin juga sukar marah, tapi belum tentu gampang memaafkan. Atau kita ini gampang marah, tapi juga gampang memaafkan. Atau ternyata kita adalah manusia yang paling rendah kadar kematangannya; gampang marah dan sukar memaafkan.” Kalau sudah begitu, kita akan menjadi manusia kagetan dan suka ngagetin.

Untuk pesan ketiga, wujudkan kepedulian sosial yang telah disebutkan diatas bahwasanya semua umat muslim harus memiliki kepedulian atau kepekaan terhadap sesama umat muslim yang lainnya. Sehingga tidak ada muslim yang tidak merasa mengurusi urusannya sendiri atau tanpa bantuan orang lain seperti contohnya, ketika dalam pelaksanaan mengurus jenazah maka semua umat muslim di desa itu harus ikut mengurusnya. Mulai dari memandikan, mengkafani dan dan menguburkannya.