Saat ini banyak masyarakat yang mengutamakan ibadah saja, tanpa melihat kehidupan tetangga atau orang lain yang membutuhkan bantuannya.

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia hanya mengutamakan masalah peribadatan saja dan mereka mengesampingkan urusan akhirat.khususnya pada masyarakat islam dan saat ini bertepatan dengan pemilihan umum banyak pendukung  dari para calon legislatif maupun presiden yang saling mengedepankan masalah ibadah satu sama lain. padahal apa yang mereka itu telah menyalahi prinsip-prinsip agama islam,salah satunya adalah saling membantu satu sama lain antar umat beragama dan tidak saling menjatuhkan antar umat beragama dalam satu negara.

Seperti yang kita ketahui, ibadah dalam agama islam bukan hanya masalah sholat, zakat, puasa, haji, umrah. Padahal dalam islam terdapat dua hubungan yang harus beriringan yaitu hablum minallah (hubungan dengan allah) dan hablum minannas (hubungan dengan manusia). Seperti yang terdapat dalam al-Quran sebutkan bahwa perintah untuk beribadah (ritual) dan sosial yang disebutkan secara bersamaan, diantaranya adalah ayat yang menerangkan tentang sholat yang beriringan dengan zakat serta memberi makan kepada orang lain.

Pada awal surat Al-Baqarah, Allah SWT mendefinisikan orang bertakwa adalah “Orang yang mempercayai hal-hal gaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezekinya yang telah kami berikan kepada mereka..”(QS. Al-Baqarah : 3). “Apakah yang menjadikan kalian masuk ke neraka Saqar?” mereka menjawab “dahulu kami tidak mendirikan sholat dan enggan memberi makan orang miskin. (QS Al-Muddatsir : 42-44).

Selain beberapa potongan ayat tersebut, sebenarnya telah dijelaskan di banyak potongan ayat lain dan bahkan hadist lain terkait  pelaksanaan atau bersosialisasi kepada orang lain. Banyak cerita yang telah diberikan oleh Rasulullah terkait hal ini. Namun, banyak juga masyarakat di dunia ini kebanyakan yang tidak atau bahkan anti sosial. masalah beribadah mereka pasti nomor satu bahkan melakukan ibadah umrah berkali-kali, tetapi kepada lingkungan sekitar?. Mereka tidak bisa akrab atau bahkan mereka asing dengan hal itu. Terkadang terdapat juga masyarakat yang mengikuti komunitas sosial, tetapi dirinya tidak mengetahui bahwa tetangga samping rumahnya sedang memerlukan bantuan orang lain atau sedang mengalami kesusahan.

Masalah bersosial sering terjadi di kalangan masyarakat perkotaan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada lingkungan pedesaan. Karena saat ini pedesaan juga sudah mulai menganut perkotaan. Inilah yang harus kita hindari sebagai makhluk sosial. sahabat ihram, lebih baik kita tetap bertetangga atau bersosial kepada tetangga atau kepada orang lain yang membutuhkan. Islam bukanlah agama yang hanya mementingkan masalah ritual atau ibadah saja, tetapi juga mementingkan masalah sosial atau hablum minannas (hubungan dengan manusia).

Terdapat sebuah hadis yang menerangkan bahwa seburuk-buruk makhluk adalah orang yang makan tetapi suara sendok dan piring terdengar oleh tetangganya. Inilah yang sebenarnya dapat menjadi dasar masyarakat Indonesia untuk tidak saling berbagi dan saling memabntu di lingkungan sosial maupun bertetangga. Semoga kita di jauhkan dari sifat yang seperti itu.