Banyak keutamaan yang diperoleh dari malam nisfu sya’ban, dan banyak yang harus dilakukan pada malam ini, maupun serangkaian malam nishfu sya’ban.

Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Keistimewaan bulan ini terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nisfu Sya’ban. Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Pada tahun ini, malam nisfu sya’ban jatuh apda tanggal 20 April 2019 atau hari sabtu malam ahad. Sebaiknya umat muslim menandai kalendernya dengan tanda khusus mulai hari Jum’at tanggal 19 April 2019 dan mulai berpuasa pada hari tersebut.

Kaum Muslimin meyakini bahwasanya pada malam nisfu Sya’ban ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk meminta maaf kepada sesama muslim lainnya. Mulai dari meminta maaf secara langsung maupun meminta maaf melalui group atau broadcast dari WA atau aplikasi yang lainnya.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.         

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh. Semua umat muslim berbondong-bondong minta maaf namun, apakah mereka juga mengamalkan amalan-amalan yang harus di lakukan pada malam ini?. bahkan banyak dari mereka yang mengerjakan amalan-amalan bersamaan atau bersama-sama dengan teman, sahabat atau bahkan keluarga.

Terkadang di pedesaan juga menggelar doa bersama di mushola atau masjid desa, karena mereka ingin sama-sama saling mengingatkan kepada sesama muslim dan sesama sahabat.

Dengan demikian, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban dalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.