Pemerintah dikabarkan akan menambah kuota haji pada tahun ini. Sehingga penambahan ini akan diambil dari mahrom untuk lasia atau perempuan.

Haji pada tahun ini mengalami kenaikan dari tahun lalu, mulai dari biaya, kuota bahkan fasilitas yang akan diterima jemaah haji ketika di Arab Saudi dan di Indonesia. untuk masalah penambahan kuota jemaah haji, setiap tahun pemerintah menginginkan untuk bisa menambah kuota jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci, namun pada tahun yang lalu penambahan kuota jemaah haji belum mendapatkan restu atau belum memperoleh izin dari pihak Arab Saudi dengan alasan masih diperbaiki beberpa fasilitas untuk jemaah haji.

Jika pelaksanaan haji tahun ini akan mendapatkan kuota tambahan, akan sangat memungkinkan mahram dari jemaah haji perempuan juga akan diberangkatkan bersama jemaah haji perempuan tersebut, tanpa harus menunggu waktu yang sangat lama.

Pada pelaksanaan haji tahun 2019 ini, pemerintah sedang mencari tambahan ruang anggaran untuk memenuhi kebutuhan tambahan 10 ribu kuota haji. Penambahan anggaran, salah satunya untuk menutup kebutuhan tambahan petugas haji yang juga harus dikirim ke Arab Saudi sebagai pendamping jemaah haji. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, dua sumber dana paling potensial adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan anggaran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Nanti dari Pak Menteri Agama. Kita lihat lagi dari sumber-sumbernya,” kata Sri di Istana Negara.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwasanya, selain APBN dan BPKH, Kementerian Agama juga berpotensi menggelontorkan tambahan anggaran.

Meski begitu, Lukman enggan menyebut besaran anggaran yang akan disiapkan untuk penambahan kuota haji pada tahun ini, lantaran masih dikalkulasikan. Lukman berharap, pembahasan anggaran dari APBN antara pemerintah dengan DPR pun dapat segera dilaksanakan pada pekan depan.

Terkait kuota tambahan jemaah haji sebesar 10 ribu tersebut, Lukman menyebut akan didistribusikan secara proporsional kepada seluruh provinsi. Namun, kuota tersebut akan diprioritaskan bagi lansia dan para pendampingnya.

“Prioritas utamanya adalah bagi lansia dan para pendampingnya dan tentu jemaah yang lain,” katanya. N Sapto Andika Candra

Sahabat ihram, jika pelaksanaan haji pada tahun ini mengalami penambahan kuota maka lansia dapat melakukan ibadah haji dengan mahromnya dan tentunya dengan seseorang yang sangat membantunya dalam hal ibadah atau dalam hal yang lain. karena pada usia lansia, semuanya akan berbeda, usia lansia akan kembali seperti masa kanak-kanak dimana dia harus diperhatikan makan, pakaian dan yang lainnya. Namun terdapat juga lansia yang mengerti dia harus seperti apa, sebelum bisa pergi haji, tentunya pemerintah menyeleksi calon jemaah haji yang tidak mengalami sakit dan jemaah haji dihimbau untuk membawa obat-obatan pribadi.