Pemerintah Indonesia akan menyiapkan kesehatan di Arab Saudi, selain itu, pemerintah juga menghimbau kepada jemaah haji untuk menjaga kesehatannya.

Sebelum melaukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji, pemerintah maupun pihak travel telah menghimbau kepada calon jemaah haji untuk menjaga kesehatannya baik selama menjalankan ibadah haji maupun sebelum keberangkatan ke tanah suci. selain menjaga kesehatannya, pemerintah juga menghimbau kepada calon jemaah haji untuk membawa obat-obat pribadi maupun perlengkapan kesehatan pribadai.

Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan  melaksanakan pembinaan kesehatan jemaah haji. Pembinaan kesehatan dihadiri 200 jamah yang akan diberangkatkan tahun 2019 ini. 

Kepala Pusakeshaj Eka Jusup Singka mengatakan bahwasanya, jemaah harus benar-benar mempersiapkan kesehatannya dengan menjaga kesehatan dan mau memeriksa kesehatannya. “Agar menyiapkan kondisi kesehatannya secara serius,” kata Eka.

Terdapat enam hal yang harus dilakukan jemaah haji ketika di Arab Saudi;

  1. Jemaah mebawa obat-obatan yang cocok atau merasa sesuai dengan penyakit yang dideritanya.
  2. Selalu cek kesehatan sebelum berangkat dan saat di Tanah Suci ke dokter kloter.
  3. Segera badalkan melontar jumrah bagi jemaah haji yang mengalami keterbatasan kesehatan.
  4. Jemaah haji harus selalu sering-sering  minum air.
  5. Selalu memakai payung dan masker ketika beraktivitas di tengah terik matahari.
  6. Jangan paksakan kegiatan jika sakit. karena istirahat itu sangat diperlukan. Dan sakit itu mengharuskan kita untuk istirahat dari kegiatan apapun. Sehingga jemaah haji harus beristirahat yang cukup supaya tidak mengalami sakit ketika haji.

Eka menyampaikan bahwasanya, pelaksanaan pembinaan kesehatan ini sesuai dengan Permenkes No. 15 Thn 2016 Tentang Istithaah Kesehatan Jemaah haji. Di dalam permenkes tersebut diatur bagaimana pola pembinaan kesehatan pada jemaah haji dilakukan.

Pembinaan kesehatan dilaksanakan untuk memperkuat kondisi kesehatan jemaah haji pasca pemeriksaan kesehatan. Sehingga dengan demikian jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman selama di Tanah Suci. “Jadi semua jemaah haji wajib diperiksa kesehatannya,” kata Eka. 

Setelah jemaah diperiksa kesehatannya, maka jemaah harus mengikuti pembinaan. Pembinaan kesehatan dilaksanakan pemerintah melalui Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi. 

Dikatakan Eka, salah satu pola pembinaan kesehatan adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan, latihan kebugaran dan pemeriksaan tes darah, termasuk pemeriksaan atau tes cepat kejiwaan bagi jemaah haji. “Semuanya dijadikan satu paket kegiatan pembinaan kes jemaah haji,” katanya. 

Sekretaris Dinkes Provinsi Sumsel, dr Trisna Warman, mengatakan bahwasanya, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang dilakukan secara personal. Meski dilakukan secara personal pelaksanaan ibadah haji dilakukan secara bersamaan. “Maka dari itu jemaah haji mesti menjaga kesehatan fisik dan mentalnya,” kata Iwak.

Sedangkan Kadinkes Kota Palembang dr Letizia Sanif menyarankan, kegiatan pembinaan dan pengukuran kebugaran perlu terus dilakukan oleh stake holder terkait penyelenggaraan ibadah haji. “Agar kesehatan jemaah haji dapat dijaga dan ditingkatkan,” katanya.