Terkait haji khusus pada haji tahun ini, dikabarkan akan di tambah, akan tetapi telah diputuskan bahwa tidak ada penambahan kuota untuk haji khusus.

Pelaksanaan haji pada tahun ini diharapkan dapat  disetujui terkait penambhan kuota haji, bagaimana tidak, di Indonesia melaksanakan haji haruslah mendaftar terlebih dahulu kemudian harus menunggu giliran untuk melaksanakan ibadah haji. waktu tunggu hingga bisa melaksankan ibadah haji untuk masyarakat Indonesia yakni selama hampir 10 tahun, jika haji reguler. Akan berbeda lagi dengan haji khusus, mungkin hanya menunggu waktu 2 -3 tahun untuk bisa melakukan ibadah haji.

Haji khusus memang sangat banyak dicari oleh jemaah haji Indonesia, selain biaya yang mahal, haji khusus memberikan fasilitas yang berbeda dengan haji reguler, seperti masa tunggu yang tidak sepanjang haji reguler, maupun fasilitas yang diberikan, seperti hotel maupun yang lainnya.   

Ketua Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), H Syam Rersfiadi  mengatakan bahwasanya, sebagai pemilik penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) belum menerima kepastian terkait tambahan kuota itu tidak untuk haji khusus. Sebelumnya pemerintah akan menggunakan tambahan kuota itu untuk jemaah haji reguler dan tidak digunakan haji khusus

“Kami belum mendapat kepastiannya apakah Haji Khusus juga dapat jatah atau tidak,” katanya.

Syam memastikan jika pemerintah memberi jatah tambahan untuk haji khusus, PIHK siap berkoordinasi lanjutan dengan pihak muasasa, untuk menyiapkan segala sesuatunya di Tanah Suci.

“InsyaAllah bisa laksanakan amanah jika mendapat jatah,” katanya.

Untuk itu kata Syam Resfiadi pemerintah harus berkoordinasi dengan semua pihak terkait di Tanah Suci, demi tercapainya pelayanan terbaik terhadap jemaah haji pada tahun ini. tidak hanya masalah transportasi, tetapi juga masalah makan, hotel dan yang lainnya. Selain itu, masalah kesehatan juga harus di perhatikan oleh pemerintah Indonesia.

“Bilapun dapat menurut muasasa mereka belum dapat lokasi tambahan di Arafah dan Minanya. Jadi perlu kordinasi lebih jauh dengan semua pihak terkait,” katanya.

Masalah kuota haji khusus, pada akhirnya ditetapkan untuk tidak adanya penambahan jumlah kuota haji khusus pada tahun ini, namun kemungkinan terbesar kuota jemaah haji reguler akan di tambah. Sehingga jemaah haji yang membawa mahrom dapat mengajukan kepada pemerintah Indonesia.