Inilah tiga tempat dari beberapa tempat yang harus diwaspadai kala pelaksanaan haji, karena pelaksanaan haji yang sangat padat oleh jemaah haji.

Pelaksanaan haji semakin tahun semakin mengalami peningkatan kuota jemaah haji. Dimana semua umat muslim wajib melakukan ibadah haji, karena haji termasuk dalam rukum Islam yang kelima, semua wajib melakukan ibadah haji dengan syarat mampu.

Musim haji masih dalam beberapa bulan ke depan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mewaspadai sejumlah titik yang menjadi tempat jemaah haji berkerumun. Di sana mereka biasa melaksanakan ibadah. Selama di Tanah Suci, jemaah haji akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk beribadah.

Bahkan, mereka sangat mungkin memforsir tenaganya untuk melaksanakan umrah. Dengan begitu, dalam sehari mereka akan datang ke miqat untuk berniat umrah. Lalu, berjalan menuju Masjidil Haram. Kemudian, kembali lagi melakukan hal sama berkali-kali.

Dalam sehari jemaah haji bisa melaksanakan umrah mulai lima hingga belasan kali. Jemaah berusia muda relatif lebih bersema – ngat untuk beribadah karena mereka memiliki energi lebih. Tidak sedikit juga dari mereka yang membantu jemaah lanjut usia melaksanakan ibadah. Berikut ini adalah tiga tempat yang menjadi titik kepadatan jemaah haji yang harus diwaspadai.

  1. Arafah. Tempat pertemuan Nabi Adam dan kekasihnya, Hawa, ini menjadi titik kepadatan pada Dzulhijah. Sebanyak 2,3 juta jemaah haji dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di sana untuk wukuf. Di tengah kondisi Arafah yang panas, mereka memohon ampunan dan ridha Ilahi. Di sanalah mereka meneteskan air mata, mengucapkan segala permohonan dan harapan sehingga rasa optimisme dan ketenangan muncul di dalam hati. 
  2. Masjidil Haram. Masjid Suci adalah tujuan utama Muslim dari berbagai belahan dunia. Kapan pun Muslim yang ber kesempatan ke Saudi akan menyempatkan diri untuk berziarah ke sana menapaki jejak para nabi. Di sana mereka melaksanakan shalat, thawaf, dan sa’i. 

Kemudian, menyempatkan untuk sekadar iktikaf dengan membaca Alquran atau berzikir mengagungkan asma Allah. Tempat ini terus mengalami perluasan dari masa ke masa. Sejak era Raja Abdul Aziz as-Saud, Masjidil Haram diperluas. Tempat sa’i dibangun dengan beton dan batubatu berkualitas. Fasilitas itu semakin diperindah pada era Raja Fahd, Abdullah, dan Salman bin Abdul Aziz. 

  • Mina. Di daerah ini adalah titik kepadatan yang luar biasa. Terowongan Muaishim yang menghubungkan jamarat dengan tenda permukiman jemaah menjadi tempat yang harus diwaspadai. Sebab, di sanalah jemaah haji biasanya mengalami kelelahan sangat sehingga tak kuasa melanjutkan perjalanan. 

Pada hari biasa, lembah Mina terlihat kosong. Tenda-tenda permukiman jemaah haji di sana kosong. Pemerintah Arab Saudi mengkhususkan tempat tersebut hanya untuk ibadah haji sehingga siapa pun tak dapat beraktivitas di sana selain pada musim haji.