Inilah hukum memakai henna, apakah sah jika dilakukan untuk melaksanakan sholat dalam kondisi memaki henna atau kutek?, simaklah penjelasan berikut ini.

Setiap pelaksanaan hari raya, banyak orang yang ingin terlihat cantik, rapi dan bahkan penampilan yang baru atau lain dari yang lain. banyak juga masyarakat Indonesia yang mulai memilih menggunakan perawatan wajah, rambut, tangan, kaki atau perawatan yang lainnya.

Wanita muslimah dalam menyikapi perawatan kuku, biasanya menggunakan kutek atau henna yang memiliki banyak warna. Henna banyak digunakan wanita untuk dapat mempercantik penampilan mereka. Namun, bagaimanakah hukumnya wanita yang menggunakan kutek dan henna dalam berwudhu?

Dalam menghias kuku atau tangan di kenal nama KUTEK dan HENNA atau INAI. Lazimnya KUTEK berbahan dasar cat yang ketika sudah kering dan menempel di kuku akan menghalangi datangnya air pada kuku (anggota wudhu).

Sedangkan HENNA atau INAI adalah sejenis pacar dari daun tanaman yang disebut Henna atau Lawsonia Inermis. Kata Henna berasal dari bahasa arab “Al-Hanaa”.

Cara pemakaian keduanya pun berbeda:

Kutek ditempelkan langsung pada kuku dan tidak dibasuh setelahnya, artinya yang menempel pada kuku tersebut adalah dzatiyah atau ‘ain nya. Ketika dikerok, maka akan terkelupas catnya.

Sedangkan Henna atau Inai, ditempelkan dikuku dan setelah beberapa saat kuku pun dicuci sehingga yang tertinggal hanya atsar warna nya saja.

Maka ketika KUTEK menghalangi sampainya air pada anggota wudhu,maka wudhunya tidak sah. Ketika Henna atau Inai hanya berupa atsarnya saja, maka wudhunya sah.

Bila hanya tinggal bekasnya/warnanya saja/tidak ada bendanya maka wudlu’nya sah :Jika masih ada bendanya maka di lihat dulu, kalau kutek tersebut bisa tembus/menyerap air maka wudlu’nya juga sah, Jika tidak menyerap air maka wudhunya tidak sah


المجموع الجزء 1 صحـ : 387 مكتبة المطبعة المنيرية      
( السَّابِعَةُ ) إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِينٌ أَوْ حِنَّاءٌ وَأَشْبَاهُ ذَلِكَ فَمَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ إلَى شَيْءٍ مِنْ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ سَوَاءٌ أَكَثُرَ ذَلِكَ أَمْ قَلَّ وَلَوْ بَقِيَ عَلَى الْيَدِ وَغَيْرِهَا أَثَرُ الْحِنَّاءِ وَلَوْنُهُ دُونَ عَيْنِهِ أَوْ أَثَرُ دُهْنٍ مَائِعٍ بِحَيْثُ يَمَسُّ الْمَاءُ بَشَرَةَ الْعُضْوِ وَيَجْرِي عَلَيْهَا لَكِنْ لَا يَثْبُتُ صَحَّتْ طَهَارَتُهُ اهـ

Walaupun henna sah digunakan, akan tetapi lebih baik jika kita tetap menjaganya dengan sebelum menggunakan henna, lebih baik berwudhu terlebih dahulu setelah berwudhu, baru menggunakan henna. Karena ditakutkan air wudhu tidak bisa masuk ke dalam kulit atau kuku. Wallahu a’lam bisshowab.