Mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia, maka jagalah kesehatan ketika sedang melakukan mudik atau ketika akan melakukan mudik.

Kebiasaan lain yang terjadi di Indonesia adalah melakukan mudik bagi para perantau yang merantau untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk mengubah nasib menjadi yang lebih baik lagi. Mudik menjadi salah satu tradisi warga Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Karena antusiasnya yang cukup tinggi, risiko kecelakaan hingga terkena penyakit juga sama tingginya. Oleh karena itu menjaga kesehatan sangat penting, baik sebelum mudik, saat mudik, maupun saat arus balik.

Dalam mudik tahun 2019 ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan, lebih banyak dari tahun lalu yang berjumlah 3.910 fasyankes. Fasyankes ini terdiri dari 923 pos kesehatan, 4.210 puskesmas, 375 RS sekitar jalur pantura, 144 RS rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan 188 Public Safety Cenyer (PSC) 119 yang akan aktif H-7 lebaran hingga H+7 lebaran.         

“Bentuk kesiapsiagaan yang dipersiapkan oleh Dinkes. Pos kesehatan di jalur mudik ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas, RS, pos kesehatan sementara saat arus mudik dan balik. 119 PSC juga bisa diakses sebagai layanan konsultasi dan ambulans,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr Bambang Widodo, SpOG(K), MARS, pada temu media di Gedung Kemenkes.

Bambang melanjutkan, di seluruh rest area pada jalur mudik tol dan juga non-tol tersedia pos kesehatan. Tak terkecuali terminal bus dan bandara.
Pemudik juga bisa memanfaatkan memanfaatkan menghubungi 119 apabila belum menemukan faskes dan poskes.   

Selain antisipasi dari pemerintah, menjaga kesehatan juga bisa dimulai dari diri kita sendiri saat mudik. Berikut adalah tips sehat dari Kemenkes bagi para pemudik:           

1. Sebelum mudik, periksa kesehatan terlebih dahulu, apalagi jika memiliki riwayat atau keluhan terhadap penyakit tertentu. Jangan abaikan hal ini meski merasa sehat dan prima.     
2. Siapkan obat-obatan pribadi yang kira-kira dibutuhkan selama perjalanan maupun di tujuan
3. Bila mudik menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, periksa kondisinya terlebih dahulu agar layak dan tidak membahayakan penumpang dan mobil lainnya di jalur mudik.
4. Jaga makanan agar terhindar dari berbagai penyakit. Hindari makanan pedas dan bersantan, dan perbanyak makan buah-buahan terutama untuk pengemudi, seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel. Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga.  
5. Istirahat yang cukup agar mencegah timbulnya penyakit dan tidak fit. Setidaknya istirahatlah setiap 4 jam sekali untuk pengendara mobil dan 2 jam sekali untuk pengendara motor dan lakukan peregangan tubuh selama 10-15 menit. 

6. Menjaga emosi dan konsentrasi selama perjalanan agar dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Macet dan waktu tempuh yang lama bisa memicu kelelahan fisik dan mental.          
7. Jika lelah dan mengantuk, jangan paksakan untuk menyetir. Cari tempat istirahat atau rest area dan usahakan mengambil waktu untuk istirahat atau tidur minimal 15-30 menit. Bila di perjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan terdekat.   
8. Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak, terutama jika menggunakan kendaraan roda dua.
9. Buanglah sampah tempatnya. Bambang menyarankan untuk membawa sendiri botol minum yang sudah diisi untuk mengurangi limbah plastik. Selain itu jangan buang air di sembarang tempat, gunakan toilet yang tersedia.           
10. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan.

Maka dari itu, lebih baik menjaga kesehatan dengan baik dan lebih baik menjaga kesehatan baik sebelum melakukan perjalanan atau mudik atau ketika melakukan mudik.