Setelah datangnya Hari Raya Idul Fitri, akan ada saatnya berpuasa lagi, yakni puasa Bulan Syawal. Puasa Bulan Syawal memiliki banyak keutamaan.

Setelah menjalani puasa ramadhan seorang muslim akan menemui hari raya Idul Fitri yang bertepatan dengan tanggal satu syawal. Di bulan syawal ternyata kita seorang muslim juga dianjurkan untuk berpuasa sunnah yaitu puasa syawal yang dilakukan selama enam hari. Dalam hadis qudsi disebutkan keutamaan puasa sunnah

“Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia (puasa) adalah untuk-Ku dan aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu). Kemudian Rasulullah melanjutkan “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dibandingkan wangi minyak kasturi.”

Allah SWT juga menaruh berbagai keutamaan pada puasa sunnah ini hal ini sebagaimana dalam hadis Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alahi wa sallam

‘’Barang siapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkan dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawal, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun” (HR. Muslim)

Kemudian dalam kitab Nihayatuz Zain karya syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani diterangkan sebagai berikut :

“Keempat adalah (puasa sunnah enam hari di bulan Syawal) berdasarkan hadits, “Siapa  Barang siapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkan dengan berpuasa selama enam hari di bulan syawal, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun. Hadis lain mengatakan puasa sebulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan. Semua itu seakan setara dengan puasa (wajib) setahun penuh. Keutamaan sunah puasa syawal sudah diraih dengan memuasakannya secara terpisah dari hari Idul Fitri. Hanya saja memuasakannya secara berturut-turut lebih utama. Keutamaan sunah puasa syawal sering luput seiring berakhirnya bulan syawal. Tetapi dianjurkan untuk menggqadhanya”

Untuk waktu pelaksanaan puasa syawal keterangan diatas menunjukkan bahwa utamanya pelaksanaan puasa syawal dilaksanakan persis setelah hari raya Idul Fitri yakni pada tanggal dua sampai tujuh syawal. Tetapi orang yang berpuasa di luar tanggal tersebut dan meskipun tidak berurutan tetap mendapat keutamaan puasa syawal seperti melaksanakan puasa selama satu tahun.

Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasa di bulan syawal tetap mendapat keutamaan seperti yang melaksanakan puasa syawal secara berurutan. Kemudian sebagian ulama juga menerangkan bahwa orang yang melakukan puasa sunnah seperti puasa senin kamis, puasa ayamul bidh maupun puasa Daud yang dilakukan di bulan syawal juga tetap mendapat keutamaan bulan syawal.

Dari penjelasan diatas menunjukkan betapa besarnya keutamaan puasa sunnah syawal. Meski dilakukan tidak secara berurutan. Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan syawal. Wallahu a’lam bis showab .