Tradisi hari raya ketupat atau hari raya ke-7 dari suku Bajau tersedia banyak makanan khas yang tersedia, baik ikan maupun makanan yang lainnya.

Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut hari raya ketupat. Ketupat bukan hanya di suguhkan ketika waktunya hari raya saja, tetapi juga di suguhkan ketika hari raya ketupat. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya adalah peribahasa yang pas untuk menggambarkan keberagaman budaya Hari Raya ketupat masyarakat Gorontalo. Di perkampungan Desa Torosiaje Laut yang dihuni Suku Bajau, perayaan Hari Raya Ketupat akan lebih istimewa karena perayaan dilakukan sesuai dengan lingkungan masyarakat bahari. Hari Raya Ketupat biasanya dilaksanakan pada hari ke-7 lebaran.

Berada di bagian barat berdekatan dengan perbatasan dengan wilayah Sulawesi Tengah, desa ini dihuni oleh masyarakat Suku Bajau yang beragama Islam. Ada beberapa desa di sekitar pesisir pantai yang dihuni Suku Bajau. Mereka menamakan diri sebagai masyarakat Bajau Serumpun meskipun tidak tinggal dalam satu desa. Uniknya, di Torosiaje Laut, masyarakat akan menggelar perayaan Lebaran Ketupat dengan kekhasannya sebagai suku laut. Jika di wilayah agraris, ketupat disandingkan dengan opor ayam, maka masyarakat Suku Bajau menikmati ketupat dengan hidangan laut.

“Ini bentuk adaptasi masyarakat kami yang hidup ada di tengah laut, adanya hanya ikan,” kata Rena Pasandre, warga Torosiaje yang aktif mengenalkan budaya Suku Bajau.

Aneka kuliner laut akan tersaji dengan beragam cita rasa yang diolah oleh kaum wanita Suku Bajau. Menu makanan laut menjadi suguhan utamanya, meskipun ada sedikit keluarga yang menyiapkan menu spesial khas masyarakat daratan. “Karena desa kami di laut, menunya lebih banyak hasil laut (seafood). Ada ikan bakar, balarica. Tidak lupa olahan kerang menjadi kapuru, jepa, dan perkedel,” jelas Rena.

Lebaran ketupat di Torosiaje akan dilaksanakan pada hari ini, hari Selasa tanggal 11-06-2019. Selain kuliner laut yang menggoda, masyarakat juga akan menyajikan aneka atraksi yang dapat dinikmati para wisatawan. “Budaya Suku Bajau di Pohuwato memang unik, termasuk dalam penyambut Lebaran Ketupat. Ini menjadi daya tarik wisata yang menggeliatkan perekonomian masyarakatnya,” ujar Arfan Tangoi, Kepala Dinas Pariwisata Pohuwato.

Banyak makanan yang tersaji ketika hari raya ketupat atau lebaran ketupat. Aneka masakan khas bakalan tersaji pada rumah-rumah warga dan dapat dinikmati oleh warga maupun wisatawan yang berkunjung di suku tersebut.