Salah satu wajib haji adalah dengan melakukan hadyu, namun tidak banyak jemaah haji yang mengetahuinya terkait hadyu, inilah penjelasannya.

Haji adalah ibadah wajib dan termasuk dalam rukun Islam yang kelima. Dalam melakukan ibadah haji, terdapat rukun dan wajib haji yang harus diketahui oleh semua umat muslim. Wajib haji adalah ihram dari miqat, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, bermalam di Mina, melempar jumrah secara tertib, memendekkan rambut, menyembelih hadyu dan tawaf wada’.

Hadyu adalah menyembelih hewan ternak yang dibawa ke Tanah Haram untuk disembelih sebagai amalan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti yang dijelaskan dalam buku Fiqhus Sunnah, boleh menyembelih binatang apa saja yang kau kehendaki, akan tetapi batas minimal yang mencukupinya adalah seekor kambing untuk satu orang. Dari Abu Ayyub Al-Anshari, dia berkata, “Adakah setiap laki-laki (kepala keluarga) pada masa Nabi SAW berkurban seekor kambing untuk dirinya dan anggota keluarganya. Lalu mereka makan dagingnya dan sebagiannya diberikan kepada orang lain. kemudian orang-orang berlomba dengan memberikan yang terbaik sehingga menjadi syiar seperti yang kau lihat sekarang”. Boleh juga tujuh orang berserikat untuk menyembelih seekor unta atau sapi.

Inilah hukum menyembelih hadyu :

  1. Sunnah, yang disembelih oleh orang yang berhaji Ifrad atau umrah Ifrad, serta apa yang disedekahkan oleh selain keduanya, sedang selebihnya adalah kewajiban.
  2. Wajib yang dibebankan terhadap :
  3. Orang yang melakukan haji Qiran atau Tamattu’
  4. Orang yang meninggalkan salah satu kewajiban haji
  5. Orang yang mencabut atau mencukur rambutnya maupun memotong kukunya, seperti yang telah dipaparkan, dan ini disebut dengan hadyul fidyah.
  6. Wanita sedang berumrah yang membunuh binatang buruan darat, dan ini dinamakan hadyul jaza.
  7. Siapa saja yang terhalang oleh sesuatu aral yang menghalanginya sedangkan dia belum mengucapkan syarat ketika berniat haji, sebagaimana yang sudah dijelaskan. Ini disebut dengan hadyul ihshar.
  8. Pria yang menyetubuhi istrinya padahal dia sedang berihram di tengah-tengah haji, ini merupakan hadyul watha’.
  9. Wanita yang bernadzar untuk menyembelih hadyu, sehingga menjadi wajib baginya memenuhi nadzar tersebut. Ini disebut hadyu nadzar.

Namun, bolehkah memindahkan daging hadyu ke luar Tanah Haram?, berikut ini adalah penjelasan yang diperoleh dari keputusan Majelis Haiah Kibarul Ulama Arab Saudi :

  1. Hadyu yang diberikan oleh orang yang melakukan haji Tamattu’ dan Qiran boleh dipindahkan ke luar Tanah Haram.
  2. Hadyu sebagai denda (hadyul jaza’ dan hadyul fidyah) tidak boleh dipindahkan, karena semua bagiannya harus diberikan kepada fakir miskin di Tanah Haram.
  3. Hadyu sebagai denda dan karena halangan yang disembelih di luar Tanah Haram, dagingnya dibagikan di tempat penyembelihan dan tidak boleh dipindahkan ke tempat lain.

Ketika melakukan haji, haruslah berhati-hati dalam berindak agar tidak terkena denda.