Banyak umat muslim yang menyalah artikan terkait bagian-bagian yang bisa dilihat saat wanita dipinang, berikut ini adalah pendapat dari beberapa ulama.

Saat ini banyak orang yang sedang menjalani masa hijrah atau masa taubat. Di masa hijrah ini banyak didominasi oleh kaum milenial yang banyak mengadopsi kehidupan para artis atau yang menjadi panutannya. Saat ini fenomena artis yang hijrah dengan menggunakan baju yang panjang dan kerudung yang panjang juga. Kehidupan artis banyak yang berubah dan banyak fans yang mulai mengadopsi gaya artis tersebut, mulai dari cara berpakaian, cara berkerudung dan yang lainnya.

Fenomena berhijrah ini yang menyebabkan semakin banyaknya pemuda-pemudi yang melakukan pernikahan dengan modal menaaruf terlebih dahulu sebelum menikahinya. Saat ini banyak yang menyalahgunakan arti dari taaruf sendiri. Banyak kaum milenial yang melakukan taaruf yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Dalam buku Fiqhus Lin Nisa, Jika seorang laki-laki ingin meminang seorang wanita, dia boleh melihat wanita tersebut.  Hadist Abu Hurairah ra, dia berkata, “Aku pernah bersama Nabi SAW, kemudian datanglah seorang laki-laki. Dia mengabarkan kepada beliau bahwa dirinya akan menikah dengan seorang wanita Anshar. Beliau bertanya, “Apa engkau sudah melihatnya?, dia menjawab “belum”. Beliau bersabda, “Pergi  dan lihatlah dia. Sesungguhnya di mata kaum Anshar terdapat sesuatu.”

Terdapat beberapa pendapat dari berbagai ulama tentang anggota badan wanita yang boleh dilihat ketika dipinang, diantara pendapat tersebut adalah :

  1. Dibolehkan melihat sebatas wajah dan telapak tangannya dan tidak boleh melihat selainnya.
  2. Dibolehkan melihat anggota badan yang biasa tampak, seperti leher, dua tangan, dan dua telapak kaki.
  3. Dibolehkan melihat bagian yang diinginkan selain auratnya.
  4. Dibolehkan mlihat seluruh badannya. Ini adalah pendapat dari Ibnu Hazm dan Dawud (Azh-Zhahiri) serta menurut salah satu riwayat Ahmad.

Kesimpulan yang dapat diambil tentang batasan anggota badan wanita yang boleh dilihat oleh laki-laki yang meminangnya adalah wanita yang dipinang hendaknya menampakkan wajah dan telapak tangannya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh jumhur ulama. Jika tidak ditampakkan, maka laki-laki yang meminangnya itu boleh melihat bagian yang bisa mendorongnya untuk menikahinya.

Yang paling perlu untuk diperhatikan adalah tidak cukup hanya melihat foto wanita yang akan dipinang atau melalui rekaman video, karena gambar (foto) kadang-kadang sudah direkayasa sehingga termasuk dalam tindak pemalsuan. Atau terkadang memakai efek yang sangat berbeda dengan aslinya.