Berbagai fasilitas haji tahun 2019 mulai di perbaiki oleh pemerintah baik di Arab Saudi maupun di Indonesia, hal ini dikarenakan supaya jemaah haji nayaman.

Haji adalah ibadah wajib yang biasa dilakukan setiap tahun oleh umat muslim di seluruh dunia. Banyak hal yang harus diperbaiki, salah satunya terkait fasilitas untuk jemaah haji. Berbagai perbaikan dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) untuk ibadah Haji 2019. Salah satunya peningkatan fasilitas di Arafah dengan penambahan Air Conditioner atau AC.

Agar lebih sejuk, tenda di Arafah pada musim haji 1440H/2019M akan dilengkapi dengan air conditioner atau AC ber-freon. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan mist fan dan AC water cooler.

“Tahun ini pemerintah bisa menyediakan pendingin AC yang menggunakan freon dan mudah-mudahan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis.

Pihak Muasasah juga telah mengupayakan agar program ini bisa terlaksana dengan baik. Salah satu upayanya adalah dengan menyediakan satu genset untuk masing-masing maktab.

Ia pun menyebut untuk pelaksanaan haji tahun lalu, setiap genset digunakan untuk dua maktab. Sementara tahun ini, setiap maktab akan disediakan satu genset.

Kebijakan pemerintah untuk menyiapkan AC berfreon menurut Sri Ilham untuk mengantisipasi suhu udara di Arab Saudi pada musim haji 1440H/2019 mendatang diperkirakan berada pada kisaran 50 derajat celcius.

“Utamanya saat jemaah melaksanakan wukuf. Kalau tahun lalu, masih ada jemaah yang berusaha membuka sisi-sisi tenda karena udara yang panas. Mudah-mudahan tahun ini, dengan adanya AC berfreon, jemaah tidak perlu melakukan itu lagi,” lanjutnya.

Selain pemberian AC freon, tenda jemaah haji di Arafah dan Mina pada musim haji 1440H/2019M juga akan diberi nomor. Penomoran ini dilakukan agar jemaah haji lebih mudah menemukan tendanya selama puncak musim haji berlangsung.

Penomoran tenda akan dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi setelah memperoleh mapping maktab dari Muasassah. Pernyataan ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

“Kita akan lakukan penomoran setelah mengetahui denah tenda jemaah Indonesia. Karena untuk melakukan penomoran itu kita perlu berdasarkan kondisi real,” ujar Sri Ilham.

Sri Ilham pun berharap jemaah dapat disiplin untuk mengikuti penetapan tenda dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). “Kami berharap masing-masing jemaah menempati tenda yang telah ditetapkan. Ini untuk memudahkan petugas juga dalam memberikan pelayanan selama puncak haji,” ujar Sri Ilham. Pihak pemerintah juga mengimbau kepada jemaah untuk mengantisipasi terkait perbedaan luas tenda di Arafah dan Mina. Tenda Arafah disebut bisa lebih longgar berkisar antara 120 sentimeter hingga 140 sentimeter untuk tiap jemaah. Di Mina ukurannya berkurang, tiap jemaah hanya bisa menempati sekitar 86 sentimeter.