Pelaksanaan haji 2019 akan dilakukan pada bulan depan. Hingga kelompok terbang pertama dari kota Depok akan diberangkatkan pada bulan Juli.

Tidak terasa pelaksnaan haji akan dimulai. Haji merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang mampu dan termasuk dalam rukun Islam yang kelima. Kelompok terbang jemaah haji telah ditentukan oleh pemerintah. Fasilitas terkait jemaah haji maupun tepat yang akan digunakan dalam serangkian ibadah haji telah diperbaiki oleh pemerintah, sehingga semua pihak pemerintah telah siap untuk menyambut jemaah haji.

Salah satu daerah yang termasuk dalam kelompok terbang pertama adalah Kota Depok. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok akan memberangkatkan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji asal Kota Depok pada 8 Juli 2019 mendatang.

“Pemberangkatan kloter pertama pada 8 Juli 2019. Jumlah satu kloter pertama itu mencapai 410 orang, 404 terdiri dari jemaah dan enam orang petuas,” ujar H Asnawi, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Asnawi di Kantor Kemenag Depok.

Asnawi menjelaskan bahwasanya, khusus jemaah haji asal Kota Depok dibagi menjadi lima kloter yakni kloter 19, 63, 77 dan terakhir kloter 96. “Jumlah keseluruhan jemaah haji asal Kota Depok yang berangkat tahun ini mencapai 1.708 dengan petugas dan itu sudah sesuai kuota. Untuk kloter terakhir asal Kota Depok atau kloter 96 akan diberangkatkan pada 4 Agustus 2019,” jelas Asnawi.

Pemerintah khususnya dari Kementerian Agama saat ini terus mempersiapkan segala hal untuk keberangkatan jemaah haji asal Kota Depok. “Kami persiapkan admistrasi jemaah dan sedang menunggu pemeriksaan dan pengumuman kloter,” terangnya.

Asnawi mengatakan bahwasanya, hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi adanya jemaah yang berhalangan atau gagal berangkat. Biasanya,terdapat beberapa jemaah haji yang sakit atau bahkan meninggal dunia. Jemaah haji yang meninggal dunia biasanya digantikan oleh jemaah lain.

“Kalau ditemukan misalnya ada yang sakit atau apa, nanti diberangkatkannya tahun depan. Kalau meninggal aturannya tidak bisa digantikan dengan jemaah lain, otomatis jemaah haji asal Kota Depok berkurang,” tutur Asnawi.

Banyak himbauan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia maupun dari pihak travel-travel umrah dan haji Indonesia terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Diantara himbauan tersebut adalah terkait kesehatan jemaah haji untuk selalu membawa air dimanapun mereka pergi, selain itu jemaah haji juga dilarang untuk dekat-dekat dengan unta karena unta dapat menyalurkan virus yang membuat jemaah haji mudah terkena sakit atau drop.

Ketika di Arab Saudi, jemaah haji harus menjaga kesehatannya dengan tidur yang cukup dan selalu menjaga amunisi dalam tubuhnya. Karena jika tidak, jemaah haji akan terkena sakit dan akan mudah terserang penyakit.