Inilah himbauan dari Kementerian Kesehatan Indonesia untuk jemaah haji yang sudah berada di Arab Saudi maupun yang akan berangkat ke Arab Saudi.

Pelaksanaan haji tahun ini akan segera di berangkatkan semuanya. Pada hari ini, terdapat sejumlah jemaah haji yang telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Tanah Suci. kloter pertama penerbangan jemaah haji berasal dari Jawa Barat yakni kabupaten Bogor yang telah masuk asrama sejak kemarin dan pada hari ini diberangktkan. Kloter pertama asal Kabupaten Bogor berjumlah 400 jemaah yang diberangkatkan pada jam 05.00 WIB.

Terdapat empat kloter yang diberangkatkan pada hari ini jam 05.00 WIB. Empat kloter pertama diberangkatkan yakni kloter q dari Kabupaten Bogor, kloter 2 dari Kabupaten Cianjur, Kloter 3 dari Kbupaten Bandung dan Kloter 4 dari Kota Bekasi. Terdapat sebanyak 38.913 jemaah calon haji asal Jawa Barat yang terbagi menjadi 97 kloter, yang akan diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi secara bertahap.

Sudah banyak sosialisasi mengenai kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, yang dilakukan sebelum pelaksanaan haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kepada jemaah haji mengurangi aktivitas yang tidak perlu. Hal itu penting demi menjaga tubuh agar tetap sehat sampai puncak ibadah

“Kurangi aktivitas kegiatan yang tidak perlu untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi belum lama ini.

Oscar menyampaikan bahwasanya ibadah haji itu wukuf di padang Arafah bersama jutaan manusia dari seluruh dunia. Proses yang melelahkan ini harus disiapkan jemaah agar dapat menjalankan ibadah wukuf dengan baik dan lancar. Jemaah haji diharapkan selalu membawa minum air putih kemanapun dia pergi.

“Jemaah haji diharapkan untuk dapat berkonsentrasi, tenaga pikiran untuk bisa melalui periode berat ini agar bisa mendapat kondisi sehat dan bugar,” katanya.

Untuk itu Oscar menyarankan kepada jemaah haji, demi menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan prima, para jemaah haji harus mempertimbangkan ibadah-ibadah yang bersifat sunnah. Selain itu, jemaah juga harus menjaga pola makannya dan makanan yang dikonsumsinya. Sebaiknya memakan 4 sehat 5 sempurna dan tidak banyak makan makanan yang mengandung minyak berlebihan.

“Mungkin perlu untuk mempertimbangkan ibadah sunnah yang betul-betul tidak begitu wajib dan mempersiapakan diri pada saat nanti di Arafah,” katanya.

Jika jemaah haji ingin melaksanakan ibadah-ibadah sunnah selama di Tanah Suci, harus memperhatikan kondisi kesehatannya. Menjaga kesehatan merupakan kewajiban masing-masing jemaah. “Kerjakan ibadah sunnah dengan kondisi sehat,” katanya.

Oscar menyarankan, jemaah jangan terlalu memaksakan diri melakukan ibadah sunnah ketika kondisi kesehatan sedang tidak stabil. Karena semua jemaah perlu menghemat tenaga dan energi sampai tibanya pelaksanaan puncak ibadah haji di Armina.

“jemaah haji harus bisa mengelola waktu dan tenaga agar tidak kehabisan pada saat ibadah puncaknya di Armina,” katanya.