Petugas sita ribuan putung rokok, jamu dan obat-obatan terlarang yang ditemukan dari kelompok terbang haji 6 dan 7 pada haji 2019.

Pelaksanaan haji saat ini telah memasuki waktunya dan sudah banyak jemaah haji asal Indonesia yang telah tiba di Madinah dan mulai menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Lain halnya dengan jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, saat ini terdapat beberapa kendala, mulai dari jemaah haji yang batal berangkat di karenakan sakit dan harus dibatalkan dan sampai ada jemaah haji yang meninggal ketika berangkat ke embarkasi.

Selain batalnya jemaah haji yang gagal berangkat, terdapat kendala lain, yakni jemaah haji yang membawa beribu-ribu rokok. Kejadian ini bermula ketika jemaah haji dari kloter 6 yang berasal dari Kabupaten Sumenep, petugas menyita beberapa barang, diantaranya adalah 449 bungkus rokok dan 518 sachet obat dan jamu. Pemeriksaan koper tersebut disaksikan 7 pemilik koper. Sedangkan dari pemeriksaan kloter 7 yang juga berasal dari Kabupaten Sumenep, petugas menyita 467 bungkus rokok dan 8 ribu sachet obat atau jamu. Obat dan jamu tersebut diantaranya adalah obat kuat, pelangsing, dan jamu rumput Fatimah.

Pemerintah Indonesia hanya memperbolehkan jemaah haji membawa rokok maksimal 2 slop, serta obat-obat yang diperlukan sesuai rekomendasi dokter. Lebih dari peraturan yang telah ditetapkan, maka barang-barang akan disita oleh negara. Setelah disita, barang tersebut akan dimusnahkan dan disumbangkan.

Tetapi semuanya tergantung keputusan dari bea cukai dan PPIH. Karena terkait kepanitiaan yang menjadi tanggung jawabnya. Bisa juga disumbangkan dan bisa juga dimusnahkan atau dihancurkan, seperti obat-obatan terlarang ini otomatis akan dimusnahkan.

Jemaah haji tersebut mengaku bahwasanya dia hanya dititipi oleh saudaranya yang berada di Arab Saudi. Jemaah haji mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui isi dari koper tersebut. Perlu jemaah haji ketahui bahwasanya jemaah haji yang akan berangkat harus mengetahui barang-barang yang akan dibawanya ke Tanah Suci karena berkaitan dengan keamanan jemaah haji. dengan adanya kejadian tersebut, menyebabkan pemberangkatan jemaah haji agak tertunda.

Maka inilah yang harus dijadikan pelajaran oleh semua jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, untuk menjaga dan tidak membawa barang bawaan secara berlebihan. Bawalah barang bawaan yang sesuai dan yang akan dipakai untuk melakukan ibadah haji maupun ibadah yang lainnya.