Terdapat kendala dari jemaah haji yang berasal dari Kloter 3, diantaranya adalah sakit dan harus menunda keberangkatannya.

Setelah kloter satu dan dua, akhirnya kloter tiga yang berasal dari DKI Jakarta akhirnya diberangkatkan. Akan tetapi terdapat beberapa kendala yang menipa sejumlah calon jemaah haji dari kloter ini. Terdapat enam calon jemaah haji (calhaj) dari kloter 3 yang berasal dari DKI Jakarta yang tertunda keberangkatannya. Sehingga, dari total 393 (termasuk jemaah dan petugas), hanya 387 orang yang diberangkatkan ke Arab Saudi hari ini, pada hari Selasa tanggal 9/7. 

Kasubag Humas dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Affan Sofwan mengatakan bahwasanya,  kloter 3 keberangkatan dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu terdiri dari 388 calon jemaah haji, satu petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu petugas tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI), dan tiga petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). 

“Dua calon jemaah haji sakit, dan dua lagi pendampingnya dari masing-masing calon jemaah haji yang sakit. Salah satu pasangan sakit, sehingga pasangan atau pendampingnya mendampingi dan menunda keberangkatan. Dua lagi, istrinya belum keluar visanya, jadi suami menunda keberangkatan,” kata Affan.

Sebetulnya, ada empat calon jemaah haji yang dirujuk ke rumah sakit haji. Satu jemaah bernama Junsanah binti Raidjin (66) atas rekomendasi dokter harus tetap dirawat di rumah sakit haji. Sementara itu, dua calon jemaah haji lainnya sudah sehat dan kembali ke asrama. Sehingga, keduanya bisa ikut berangkat sesuai dengan kloternya. Sedangkan satu lagi calon jemaah haji yang sakit menunda keberangkatan atas kemauan sendiri. 

Dia mengatakan bahwasanya, calon jemaah haji yang batal berangkat sesuai jadwal tersebut hanya menunda keberangkatan dan akan diberangkatkan di kloter berikutnya saat mereka sudah direkomendasikan untuk bisa berangkat. 

Mereka akan diberangkatkan jika kondisi mereka sudah siap dan bergantung kloter yang memang tersedia. “Insya Allah tahun ini kalau kondisinya memungkinkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Affan menuturkan ada enam koper jemaah yang dibongkar. Dari jumlah itu, sebanyak empat koper diturunkan barangnya lantaran ada barang yang tidak boleh dibawa terbang. Dua koper membawa pemanas air listrik, satu koper membawa pemanas air elektrik, dan satu koper lainnya membawa Power Bank. 

Dia menuturkan bahwasanya, tas yang disimpan di bagasi tidak diperbolehkan membawa power bank. Dikatakannya, barang yang tidak diperkenankan dibawa tersebut akan dicatat oleh petugas embarkasi untuk nanti pada saat kepulangan boleh diambil kembali oleh jemaah bersangkutan. 

“Barang yang tidak boleh dibawa terbang dititipkan ke petugas embarkasi. Sepulang dari tanah suci bisa diambil lagi,” katanya. 

Kloter 3 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede telah diberangkatkan, hari Selasa tanggal 9/7. Mereka dijadwalkan tiba di bandara di Madinah, Arab Saudi, pada pukul 17.35 waktu setempat.