Haji selalu identik dengan mengenyatnya cuaca panas di Arab Saudi, bagaimanakah cuaca panas pada pelaksanaan haji tahun ini?

Sama seperti pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan haji selalu identik dengan cuaca panas yang menyelimuti ibadah haji. Sehingga jemaah haji harus menjaga tubuhnya dari cuaca panas dan menjaga kesehatannya. jemaah haji bisa memberikan handbody atau sun block pada tangan agar kulit tetap terjaga kelembapannya dan terjaga dari pancaran sinar matahari.

Jemaah haji bisa menjaga kesehatannya dengan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung minyak berlebihan dan menjaga minumnya. Jemaah haji diharuskan untuk membawa air minum yang diisi dengan air zam-zam. Hal ini dikarenakan, cuaca panas mengakibatkan jemaah haji mudah haus dan memerlukan banyak mineral dalam tubuh.

Pada kemarin, tepatnya di hari Jum’at Jemaah haji dari berbagai negara yang menunaikan shalat Jumat di bawah cuaca panas yang ekstrem dengan suhu di atas 40 derajat di Masjid al- Haram, Kota Makkah. Pantauan antara di kawasan Masjid al-Haram, pada hari Jumat, sejak pagi kawasan di wilayah itu telah dipadati jemaah.

Mereka memilih untuk datang lebih awal agar mendapatkan kesempatan menunaikan salat Jumat di shaf paling dekat dengan Ka’bah. Cuaca Kota Makkah sangat terik dan panas menyengat dengan suhu berkisar 42 derajat celcius. Namun jemaah sudah berdatangan ke Masjid al-Haram bahkan sejak pagi.

Saking banyaknya jemaah, banyak dari mereka yang harus naik ke lantai dua agar mendapatkan tempat untuk shalat. Namun lantaran cuaca yang amat panas hanya sedikit yang bertahan dan berada di bagian yang ternaungi.

Shalat jumat berjalan dengan khusyuk dilanjutkan dengan salat ghaib yang ditujukan kepada mereka yang telah mendahului menghadap Sang Ilahi. Setelah itu, para jemaah kemudian banyak yang keluar dari area Masjid al-Haram meski tidak sedikit dari mereka yang bertahan di dalam untuk melanjutkan aktivitas ibadah.

Suhu setelah pelaksanaan shalat Jumat bahkan semakin terik sehingga banyak yang mengenakan alat pelindung termasuk masker dan kaca mata hidup. Pemerintah juga telah menghimbau kepada jemaah haji untuk membawa masker kemanapun dia pergi dan selalu membawa barang-barang yang dapat melindunginya dari sinar matahari.