Dalam pelaksanaan haji, selalu ada jemaah haji yang berusia tua dan beresiko tinggi. Usia tidaklah penting, yang terpenting adalah sehat.

Haji merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia, dan termasuk dalam rukun Islam yang kelima. Tidak ada batasan usia ketika melakukan ibadah haji, yang terpenting adalah tidak sedang mengidap penyakit yang beresiko tinggi.

Kementerian Agama mencatat calon jemaah haji (calhaj) tertua asal Provinsi Maluku berusia 100 tahun atas nama Suryanto Sentono asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), masuk dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 dan akan berangkat ke Makkah pada pekan depan.

“Sedangkan usia termuda atas nama Akbar Tanjung Longi (21 tahun), asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), masuk Kloter 13,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fessal Mussad, selaku Kepala Staf Penyelenggara Haji, saat membacakan laporan pada acara pelepasan jemaah Calon jemaah haji asal Maluku yang dilepas oleh Gubernur Maluku Murad Ismail di Ambon.

Fessal mengatakan bahwasanya, calon jemaah haji yang akan berangkat menuju tanah suci melalui Embarkasi Makassar, menurut jenis kelamin laki-laki berjumlah 528 orang, perempuan 731 orang, bersama tim pemandu haji daerah (TPHD) delapan orang.

“Jumlah seluruh calon jemaah haji yang berasal dari Maluku yang dilepas Gubernur Maluku hari ini di lokasi Asrama Haji Desa Waiheru, Kota Ambon, sebanyak 1.272 orang dari 11 kabupaten, dan kota,” ujarnya. 

Calon jemaah haji yang berasal dari Maluku setelah acara pelepasan akan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pada 14 dan 15 Juli 2019 menuju Embarkasi Makassar dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

“Sudah tidak ada masalah lagi bagi semua jemaah yang akan berangkat, semua administrasi mulai dari kepemilikan paspor dan dokumen lainnya sudah lengkap semua,” ujarnya.

Setelah berada di Embarkasi Makassar dan beristirahat sehari, maka para calon jemaah haji pada tanggal 15 dan16 Juli 2019 akan melakukan perjalanan ke Makkah dengan pesawat Garuda Indonesia, dan akan kembali ke Tanah Air pada tangga 26-27 Agustus 2019 menggunakan jasa penerbangan yang sama.

“Ke-1.272 calon jemaah haji yang tergabung dari 11 Kota dan Kabupaten di wilayah ini terbagi atas tiga kloter yakni 12,13,dan 14,” ujarnya.

Fessal Musaad juga menambahkan bahwasanya, penyelenggaraan ibadah haji 2019 ini, calon jemaah haji Maluku mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah sebesar Rp1.654.000/ orang untuk biaya operasional selama di embarkasi, baik perjalanan pergi maupun pulang.

Tidak ada batasan usia ketika melakukan ibadah haji, yang terpenting calon jemaah haji tidak sedang menderita sakita atau tidak sedang beresiko tinggi.