Jemaah haji wajib tahu, dimanakah miqat jemaah haji ketika melakukan ibadah haji. Miqat termasuk dalam wajib haji dan harus dilakukan oleh jemaah haji.

Haji merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim, tanpa terkecuali umat muslim di Indonesia. Pelaksanaan haji tahun ini terjadi pada bulan ini dan bahkan banyak umat muslim yang sudah ada yang di Arab Saudi dan mulai menjalankan ibadah-ibadah sunnah di Arab Saudi. Salah satu wajib haji adalah niat ihram di miqat. Karena wajib, jika dilewati maka bisa dikenakan denda.

Menurut Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah, KH Ahmad Kartono bahwasanya, jemaah haji atau umrah harus mengambil miqat tertentu ketika niat ihram.  Sehingga, jemaah haji diharapkan tak melupakan niat ihram di miqat untuk menyempurnakan ibadah hajinya.

Lalu, di mana miqat untuk jemaah haji Indonesia? Kiai Kartono menjelaskan bahwasanya miqot jemaah haji Indonesia bisa berada di atas pesawat lurus sejajar dengan Yalamlam. Atau, ketika turun di Jeddah, miqotnya bisa di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sementara, bagi jemaah haji Indonesia yang masuk dalam kloter gelombang satu dan mengharuskan ke Madinah dulu, maka miqotnya jemaah haji bisa dilakukan di Bir Ali.

“Inilah ketentuan miqat yang tidak bisa dihindari. Maksudnya adalah bahwa haji itu harus memperhatikan ketentuan tempat dan waktu. Dengan cara kita memperhatikan tempat dan waktunya, maka proses yang dilakukan ibadah dengan baik,” kata Kiai Kartono di Kantor Urusan Haji Indonesia Arab Saudi.

Menurut Kiai Kartono bahwasanya, seandainya jemaah haji terlewat miqatnya, dan ingat akan hal itu masih belum terlalu jauh dari tempat miqotnya, maka bisa kembali lagi ke tempat miqot. Jika sudah terlalu jauh, jika jemaah haji bergeraknya dari Madinah maka bisa melakukan miqotnya di Jukfah.

Sementara, jika sudah jauh sampai masuk ke Makkah, maka secara hukum bisa niat ihramnya di Makkah.  Lokasinya yaitu kira-kira 9 km keluar Makkah untuk melakukan niat Ihram.  Namun konsekuensinya, jemaah haji yang lupa tersebut dikenakan dam atau denda satu ekor kambing.

“ Dengan demikian ini solusi yang bisa diambil untuk jemaah yang terlewatkan miqatnya,:” kata Kiai Kartono.  Jika jemaah haji yang terlupa tersebut datang dari Jeddah, maka niat ihramnya bisa dilakukan di luar bandara selagi masih di wilayah Jeddah. Tetapi, jika sudah masuk Makkah bisa keluar lagi atau membayar dam.