Melakukan ibadah haji adalah hukumnya wajib, namun jika usia tidak cukup, bagaimana?. Maka bisa melakukan ahli waris bisa membadalkan ahli kubur.

Haji merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Pelaksanaan ibadah haji tahun ini terjadi pada bulan Agustus. Hingga pada hari ini, penerbangan jemaah haji terus dilakukan oleh pemerintah. Hampir setiap hari, pemerintah Arab Saudi selalu di sibukkan dengan aktivitas penerimaan jemaah haji dari berbagai negara di dunia.

Pelaksanaan haji di Indonesia harus menunggu kurang lebih 10 tahun lamanya. Sehingga mengakibatkan banyak jemaah haji yang sakit dan bahkan tidak cukup usia atau tutup usia ketika akan melakukan ibadah haji karena usia yang sudah sangat tua. Sehingga banyak masyarakat  Indonesia yang belum bisa melakukan ibadah haji. Terkait penambahan kuota haji, pemerintah Indonesia sebenarnya telah meminta penambahan, akan tetapi pihak pemerintah Arab Saudi belum bisa menerima usulan dari pemerintah Indonesia.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengatakan bahwasanya keluarga calon haji meninggal yang dibadalhajikan akan mendapat sertifikat badal haji.

“Keluarga jemaah haji badal akan menerima setifikat badal haji,” kata Sri di Makkah.

Dia juga mengatakan bahwasanya, sertifikat badal haji itu memberi kepastian bagi keluarga mengenai status haji dari calhaj yang dibadalkan hajinya. Badal haji adalah menggantikan haji untuk orang yang tidak lagi mampu berhaji karena berbagai sebab, salah satunya karena calhaj meninggal.

Adapun pembadal, biasanya adalah para tenaga musiman yang sudah tersertifikasi dan memahami dengan baik manasik haji. Kementerian Agama menjamin badal haji tidak dipungut biaya, kecuali keluarga telah memilih pembadalnya sendiri.

“Pembadal itu Kemenag akan menyeleksi. Pembadal harus sudah paham manasik haji dan sudah berhaji untuk dirinya sendiri sebelumnya,” katanya.

Bagi semua umat muslim di Indonesia, yang ingin membadalkan haji orang tuanya, bisa dilakukan dan orang yang badal haji mendapatkan sertifikat. Selain sertifikat, keluarga juga mendapatkan air zam-zam, sajadah, dan barang yang lainnya.