Puasa merupakan ibadah wajib, namun terdapat juga puasa sunnah, seperti puasa senin dan kamis. Inilah alasan Rasulullah berpuasa senin dan kamis.

Selain puasa yang diwajibkan pada bulan Ramadhan bagi seluruh umat muslim, islam juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Salah satu puasa sunnah yang bisa dilakukan setiap minggunya adalah puasa senin kamis, selain itu puasa senin kamis merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammas SAW. Bahkan menurut ibunda Aisyah rodhiallahu ta’ala ‘anha Rasulullah SAW bersemangat untuk dua hari tersebut.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ

“Adalah rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam itu, bersemangat untuk berpuasa hari senin dan kamis”

Salah satu alasan Nabi Muhammad SAW memilih hari senin dikarenakan hari senin merupakan hari kelahiran beliau. Selain itu hari senin juga hari di saat beliau diangkat menjadi rasul seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim No.1162, beliaupun menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Hari senin merupakan hari kelahiranku, Hari senin juga merupakan hari pengutusanku sebagai rasul, atau hari pertama diturunkan Al-Qur’an”

Kemudian pada hari senin dan kamis juga pintu surga dibuka dan juga dosa-dosa seorang mukmin diampuni, kecuali bagi orang yang membenci dan memecahkan hubungan persaudaraan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 . كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.”
Lalu dikatakan:
“Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai!”

Mengenai pelaksanaan sering dijumpai pertanyaan, bolehkah jika melakukan puasa di hari senin atau salah satunya saja?

Menurut para ulama, puasa di dua hari senin dan kamis ini bukanlah satu kesatuan. Jadi orang boleh berpuasa disalah satu hari tersebut. Hal tersebut dikarenakan tidak ada perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dua hari tersebut dipasangkan untuk menjadi wajib, demikian pula tidak ada larangan untuk berpuasa hari kamis saja atau senin saja.

Berdasarkan yang disampaikan Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi,

لا بأس يفرد الاثنين أو الخميس، فالمنهي عن إفراده الجمعة لقول النبي صلى الله عليه وسلم: “لا تخصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي ولا يومها بصيام من بين الأيام” رواه مسلم

Tidak masalah puasa senin saja atau kamis saja. Karena yang dilarang adalah puasa hari jumat saja, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah kalian khususkan malam jumat dengan shalat tahajud sementara di malam-malam lain tidak, dan jangan khususkan hari jumat dengan puasa, sementara di hari-hari lainnya tidak puasa.” HR. Muslim

Selanjutnya beliau kembali menegaskan,

أما الاثنين لا بأس تفرد الاثنين تفرد الخميس تفرد الأربع لا بأس، هذا إنما خص بالجمعة

“Adapun hari senin, tidak masalah senin saja atau kamis saja, puasa empat hari saja tidak masalah. Larangan ini hanya khusus untuk puasa hari jumat saja.”

Selama fisik dan fikiran masih mampu tentunya sebagai umat muslim senantiasa untuk menjalankan perintah Allah SWT dan sunah-sunah Rasulullah SAW, agar diberikan jalan yang lurus di dunia maupun di akhirat. Semoga dengan pembahasan ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat serta menyenangkan.