Banyak jemaah haji yang kehilangan sandal ketika sedang beribadah. Inilah beberapa tips dan trik agar jemaah haji tidak kehilangan sandal.

Ketika pelaksanaan haji, banyak sekali kejadian ketika di Arab Saudi, seperti kehilangan sandal atau kejadian yang lainnya. Seperti sejumlah kasus jamaah kehilangan sandal di Masjid Al Haram masih kerap ditemukan. Ini berbahaya jika jamaah tersebut memaksakan untuk keluar masjid tanpa alas kaki.

Ketika di Masjid Al Haram, selama pelaksanaan haji tahun ini, banyak jamaah yang kehilangan sandal. Biasanya, mereka kehilangan sandal usai melakukan umrah. Biasanya jika umrah, jamaah akan keluar dari pintu Marwah. Dari pintu keluar Marwah ini, jamaah yang kehilangan sandal terkadang nekat untuk tetap melanjutkan perjalanannya ke sejumlah terminal untuk naik bus yang akan mengantar mereka ke pemondokan.

Jarak dari pintu Marwah ke masing-masing terminal yaitu Syib Amir, Bab Ali, dan Jiad, mencapai 500 meter. Sangat berbahaya jika jamaah tetap melakukan perjalannya tanpa sandal atau alas kaki. Sekretaris Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) Kemenag yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Pradipta Suarsyaf meminta jamaah untuk selalu membawa tas khusus/kantong plastik. Tujuannya adalah untuk menyimpan sandal pribadinya masing-masing.

Selanjutnya, ujar Pradipta, ketika masjuk Masjid Al Haram, jamaah agar tidak menitipkan sandal ke jamaah lainnya yang memiliki plastik/tas. Kemudian, gunakan sandal yang sederhana dan nyaman digunakan. “Sehingga mudah menyimpan dan membawanya kemanapun jamaah pergi terutama di dalam masjid,” kata Pradipta.

Pradipta juga mengimbau agar jamaah tidak menaruh sandal di tempat sandal/rak yang disediakan oleh masjid. Lebih baik dimasukkan ke tas atau ditalikan di tas sehingga selalu dibawa jamaah. Jika terlanjur terjadi kehilangan sandal, maka Pradipta menyarankan agar jamaah bisa menemui petugas haji yang bertugas di Masjid Al Haram. Petugas akan memastikan ketersediaan sandal.

“Yang perlu diperhatikan adalah stok sandal yang disiapkan petugas terbatas sehingga kesadaran akan membawa dan menjaga sandal jamaah masing-masing sangat penting dipedomani oleh jamaah haji Indonesia,” kata Pradipta.

Sebagai contoh, pada Jumat ini saja, tak kurang 50 pasang sandal habis dibagikan dan itu hanya dalam periode pukul 08.00 hingga 16.00 (satu shift jaga pos). Karena itu, dalam setiap pemberian sandal Tim P3JH memberikan edukasi agar tidak terulang dan jamaah bisa betul-betul memahami dan mandiri.

Bukan hanya perkara sandal hilang tapi kepentingannya juga demi kesehatan dan keselamatan jamaah. Jamaah yang akhirnya terpaksa berjalan di bawah teriknya matahari ke terminal untuk pulang akhirnya harus kesakitan. Karena kakinya melepuh berjalan di atas aspal. “Hal ini sangat kita sayangkan. Apalagi puncak haji sudah mendekat, tidak mudah dan tidak cepat penyembuhan dari kaki melepuh. Tentu ini akan menjadi kendala dalam beribadah bagi jamaah tersebut,” kata Pradipta.