Larangan bagi jemaah haji untuk memasak makanan di dalam hotel, karena dapat berbahaya bagi jemaah haji maupun bagi pihak hotel.

Pelaksanaan haji sudah hampir akan dilaksanakan. Berbagai jemaah haji dari beberapa negara juga sudah sampai di Arab Saudi dan siap untuk melakukan ibadah haji. Semua fasilitas jemaah haji ketika di Arab Saudi sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia, mulai dari fasilitas bus, makan maupun tempat tinggal.

Namun, jemaah haji selalu dengan keunikannya yakni dengan membawa bahan makanan dari Indonesia. dan kemungkinan terburuk adalah jemaah haji Indonesia memasak di dalam hotel.

Sejumlah calon haji asal Indonesia kerap kali memilih memasak di hotel karena merasa kurang dengan jumlah konsumsi. Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid mengimbau jemaah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran.

Cholid mengatakan bahwasanya sejumlah calon haji (calhaj) yang memerlukan tambahan makanan kerap kali memasak di pondokan. “Jemaah dalam sehari diberi konsumsi dua kali, dan pada waktu-waktu yang tidak dapat konsumsi, biasanya masak sendiri. Kami imbau jemaah berhati-hati,” katanya.

Menurut dia, tidak semua hotel menyediakan fasilitas pantry atau dapur mini yang bisa digunakan calhaj. Hal ini yang membuat mereka sering kali secara mandiri membawa peralatan, seperti penanak nasi, pemanas air, dan kompor kecil.

“Jadi, mohon agar jemaah berhati-hati, terutama ketika memasak di area hotel, agar betul-betul diawasi dan harus sampai selesai, maksudnya kalau masak air atau nasi ditunggu sampai matang baru dicabut,” katanya.

Ia juga mengimbau bagi calon jemaah haji yang merokok agar tidak membuang puntung sembarangan. Jika memungkinkan berhenti merokok demi kesehatan, akan lebih baik. “Jangan puntungnya belum mati terus dibuang ke tempat sampah,” katanya.