Duka bagi Umat Indonesia maupun dunia. Seorang kyai yang menjadi rujukan bagi kalangan pemerintah, ulama lain, maupun para santrinya.

Siapa yang tidak kenal mbah mun?, seorang ulama dari Indonesia. Seorang ulama idola dari seluruh umat di Indonesia bahkan di dunia juga. Mbah maimun selalu memberikan pendapatnya kepada pejabat pemerintahan maupun para cendekiawan Indonesia. Pada tahun ini, mbah maimoen melaksanakan haji ke Tanah Suci. Akan tetapi, kondisi mbah mun menurun dan harus di rawat di RS.

Prosesi pemakaman almarhum KH Maimoen Zubair di pemakaman Ma’la di Kawasan Dahlatul Jin, Makkah, usai Shalat Zhuhur, pada hari Selasa tanggal 6/8, dengan dihadiri ratusan jemaah haji Indonesia. Tidak hanya jemaah haji, prosesi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat.

Jemaah haji sudah mulai menunggu di komplek pemakaman menjelang azan Zhuhur. Jumlah mereka semakin banyak ketika shalat Zhuhur usai dilaksakan. Umumnya, mereka yang datang usai shalat Zhuhur ini datang dari Masjid Al Haram. Di mana, jaraknya sekitar 1 kilometer dari pemakaman Ma’la.

Namun, hanya laki-laki yang boleh masuk komplek pemakaman Ma’la sedangkan perempuan yang ingin masuk dilarang oleh petugas. Akhirnya, melihat proses pemakaman dari luar. Bahkan, istri Kiai Maimoen yang bernama Nyai Heny Maryam juga harus menyaksikan pemakaman dari luar pagar.

Salah seorang jemaah yang hadir bernama Karmani (46 tahun) mengaku ingin melihat prosesi pemakaman. “Saya dari dulu mengidolakan Kiai karena waktu saya tinggal di Pati sering mendengar ceramah beliau,” kata Karmani yang berasal dari embarkasi Batam

Sambil menunggu kedatangan jenazah, jemaah melantunkan tahlil dan tahmid. Cuaca saat pemakaman berawan dengan suhu udara 33 derajat celcius. Suasana semakin riuh ketika jenazah almarhum datang. Jemaah semakin kencang melantunkan tahlil dan tahmid.

Petugas terlebih dulu memasukkan jenazah ke liang pemakaman. Usai ditimbun dengan tanah dan dirapikan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan. Dia mengatakan bahwasanya agar kebaikan dari Kiai Maimoen diteladani. “Kita sebagai generasi penerus agar meneladani perjuangan dan kebaikan beliau,” kata Lukman.

Setelah itu, ada doa dari Habib Rizieq Shihab. Dia melantunkan doa dalam bahasa Arab dan diaminkan oleh jemaah yang lain. Namun, usai membaca doa dan prosesi selesai, dia langsung meninggalkan pemakaman. Dia ditemani oleh beberapa orang saat meninggalkan pemakaman.

Setelah itu, beberapa jemaah belum meninggalkan pemakaman. Mereka berganti-gantian membacakan doa di atas makam secara berjemaah. Tak lama, mereka yang berada di sekitar makam arah barat pemakaman duduk. Karena, ada imbauan agar mereka memberi kesempatan pada istri KH Maimoen Zubair untuk melihat pemakaman suaminya dari luar pagar. Beberapa pejabat dan publik figur hadir dalam pemakaman tersebut. Di antaranya Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan ustaz Maulana.