Ribuan relawan dari Pemerintah disiapkan untuk pelaksanaan haji pada tahun 2019 ini, relawan berkaitan dengan kesehatan maupun urusan yang lain.

Haji merupakan salah satu ibadah yang paling di tunggu oleh jemaah haji. Puncak dari haji akan segera dilaksanakan oleh jemaah haji dari berbagai jemaah haji di dunia. Sehingga jemaah haji harus mendapatkan pengawasan dari petugas maupun relawan haji. Selain itu, jemaah haji juga harus menjaga kesehatannya.

Pemerintah Arab Saudi mengerahkan berbagai upaya dalam rangka melayani jamaah haji. Untuk tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengerahkan lebih dari tiga ribu sukarelawan. Mereka direkrut dengan inisiatif bertajuk “Be In Assistant”. Inisiatif ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial kementerian tersebut dalam membantu jamaah haji.

Seperti yang dilansir dari Saudi Gazette, pada hari Jumat tanggal 9/8, Kementerian akan membagi ribuan orang relawan itu sesuai lokasi penugasan. Misalnya, untuk di Masjid Nabawi dan Masjid al-Haram, terdapat 456 orang relawan.

Mereka juga berasal dari penjuru negara tersebut. Sebanyak 1896 relawan ditarik dari wilayah barat Kerajaan Saudi, 648 sukarelawan dari daerah pusat, 244 sukarelawan dari selatan, 208 sukarelawan dari timur dan 64 sukarelawan dari Arab Saudi utara.

Inisiatif “Be In Assistant” merekrut calon relawan melalui jejaring internet. Dengan begitu, wajar bila kebanyakan relawan adalah anak-anak muda atau dari kalangan milenial yang “melek” internet.

Pemerintah dalam hal ini juga akan menyediakan pemondokan dan makanan selama mereka bekerja. Untuk para sukarelawan itu, otoritas setempat juga menyediakan sarana transportasi khusus untuk mengantar mereka menuju tempat-tempat suci, tempat berkumpulnya jamaah haji. Petugas sukarela ini memiliki ciri khas, salah satunya terletak pada seragam atau pada name tag yang dipakai petugas.