Pedagang kaki lima beredar sangat banyak ketika pelaksanaan haji, sehingga pedagang kaki lima merasakan keuntungan yang berlipat ganda.

Haji merupakan ibadah wajib bagi semua umat muslim di seluruh dunia. Haji selalu dilakukan setiap tahunnya. Tak hanya haji, umrah pun bisa dilakukan setiap bulan. Akan tetapi harus terdapat jeda ketika melakukan umrah selama beberapa bulan. Begitu juga haji, juga terdapat jeda selama beberapa tahun. Umat muslim datang ke Makkah maupun Madinah tidak hanya pada waktu haji saja, tetapi juga ketika pelaksanaaan ibadah umrah. Setiap bulan, bahkan setiap hari suasana di Makkah maupun di Madinah  sangat ramai dan tidak ada hentinya ucapan dzikir dan ucapan sholawat yang diucapkan para jemaah.

Ketika melakukan ibadah umrah maupun haji, jemaah selalu membawa buah tangan dari Arab Saudi, baik jam tangan, perhiasan, kurma atau barang-barang yang lainnya. Tak hanya di tempat ibadah, ketika musim haji tiba kios dan pasar di Makkah ramai dengan jemaah haji. karena jemaah haji ingin membawakan buah tangan bagi sanak keluarga di Tanah Air.

Seperti yang dilansir dari menafn.com, pada hari kamis lalu kota Makkah kini penuh dengan restoran cepat saji dan kios-kios yang menjual pernak-pernik buatan Cina.  “Bisnis berjalan sangat baik,” kata Faisal Addais yang memiliki kios dekat dengan Masjidil Haram.

Menurut warga Yaman berusia 41 tahun ini,  pelanggan kebanyakan orang asing dan berbicara dalam berbagai bahasa. Untuk mengatasi tantangan linguistik, penjualan sering dilakukan dengan bantuan kalkulator. Pelanggan potensial berjalan melewati kios-kios dan toko-toko.

Pengecer Ali mengatakan bahwasanya penjualannya diperkirakan meningkat lima kali lipat selama haji, yang tahun ini diperkirakan akan menarik 2,5 juta jemaah dari Arab Saudi dan di seluruh dunia.

Pelaksanaan haji dapat menarik pedagang ke kota suci, mayoritas pedagang ini menjajakan dagangan suvenir khas Makkah. Diantaranya termasuk replika Kakbah buatan China, tasbih, gantungan kunci berbentuk Ka’bah atau bahkan souvenir yang lain.