Jemaah haji pastilah kelelahan ketika melaksanakan serangkaian ibadah haji. oleh karena itu, terdapat saran atau tips agar tidak kelelahan.

Dalam melaksankana haji, pastilah dilakukan dengan serangkaian yang panjang dan cukup melelahkan. Dalam proses melempar jumrah di Makkah, ratusan jemaah haji tahun ini banyak yang mengalami kelelahan fisik. Karena itu, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie (SHL) mengatakan, seharusnya jemaah haji melakukan persiapan dulu sebelum berangkat haji, sehingga tidak mudah lelah saat melakukan ibadah haji.

“Sebenarnya untuk mengatasi kelelahan itu persiapannya harus exercise, ada preventifnya. Jangan sampai sudah lelah baru dilakukan upaya-upaya kuratif,” ujar dr. Syarief usai meluncurkan sandal dan sepatu SHL khusus kesehatan di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Lembaga Dakwah Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan bahwasanya, upaya-upaya preventif dapat diusahakan dengan melakukan dua bulan sebelum melakukan aktivitas jalan jauh, sehingga daya tahan jemaah haji semakin meningkat.

“Setelah endurance-nya bagus, dia jalan jauh gak masalah. Nah selama ini kan orang lelah baru mengeluh. Itu yang jadi masalah, sehingga pola penanganannya adalah kuratif,” ucapnya.

Namun, jika jemaah haji Indonesia sudah terlanjur mengalami kelelahan maka solusi pemulihan terbaiknya adalah dengan memperbanyak istirahat, sehingga bisa mengumpulkan energinya kembali.

“Lelah obatnya istirahat. Kalau di lelah istirahatkan dulu. Baru nanti kita pulihkan lagi bagaimana mengumpulkan energinya lagi, bagaimana melakukan upya-upaya peningkatkan endurance-nya tadi,” kata dr. Syarief.

Ketua I Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) ini juga menyarankan agar jemaah haji Indonesia mengonsumsi suplemen agar tidak mudah lelah. Namun, jika sudah umur generatif tentu harus mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat. Pada usia ini juga, jemaah haji harus berhati-hati dalam masalah makan maupun menjaga kesehatannya secara pribadi.

“Suplemen kalau pada masa pertumbuhan usahakan yang banyak mengnandung vitaman D, kalsium, yang banyak mengandung vitamin C,” jelasnya.

Selain itu, agar mengurangi kelelahan jemaah haji juga bisa menggunakan sandal khusus yang didesain khusus untuk jemaah haji dan umrah, yaitu Sandal SHL. Sandal yang diproduksi berdasarkan hasil penelitian dr. Syarief ini didesain khusus untuk mengganjal lengkungan di kaki, sehingga bisa meminimalisir kelelahan.

Sandal kesehatan haji tersebut bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 400 ribu di Rumah Sakit Haji Jakarta. “Sandal kesehatan ini bisa menghemat energi 20 persen,” ucapnya.