Jemaah haji akan akhiri serangkaian haji atau nafar tsani dengan melempar jumrah. Karena saat ini jemaah haji akan mengakhiri pelaksanaan haji tahun 2019.

Haji tahun ini aka mencapai tahap akhir, akan tetapi, jemaah haji harus menjalankan beberapa tahap lagi, sebelum pulang ke tanah air. Pelaksanaan jumrah untuk jemaah haji yang mengambil nafar tsani telah berakhir pada hari Rabu tanggal 14/8 atau bertepatan pada tanggal 13 Dzulhijjah. Berdasarkan data dari Satuan Tugas Mina, tak kurang dari 92 ribu jemaah haji melaksanakan nafar tsani.

Sejak pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Mina oleh Daerah Kerja Madinah, mulai 7 Agustus 2019 hingga 13 Agustus 2019, tercatat sebanyak 529 kelompok terbang (kloter) dengan jumlah jemaah tercatat lebih dari 212 ribu orang.

Sementara itu, jemaah haji yang melaksanakan nafar awal sebanyak 122.727 orang. “Dan nafar tsani berjumlah 92.676 orang,” tulis sekretaris Daerah Kerja Madinah, Agus Miroji.

Pihaknya mencatat, untuk pelaksanaan distribusi katering di Mina, terhitung mulai tanggal 10-12 Dzulhijjah 1440 H, diberikan sebanyak 9 kali makan. “Dari 529 kloter, makanan yang disajikan sebanyak 1.863.236 boks,” terangnya.

Pada haji tahun ini, terdapat juga jemaah haji yang tersasar dan terpisah dengan rombongan jemaah haji lainnya. Kemudian, untuk jemaah yang tersasar sebanyak 290 orang. Data ini berdasarkan yang dimiliki siskohat atau terlapor. Tetapi, yang tidak terlapor atau tidak tercatat bisa jadi lebih banyak.

“Ada 26 orang jemaah yang dilaporkan hilang, tapi berhasil ditemukan oleh petugas,”  jelasnya.

Selain jemaah haji yang hilang, terdapat juga jemaah haji yang meninggal ketika pelaksanaan haji ini, tepatnya pada saat pelemparan jumrah. Jumlah jemaah yang wafat sepanjang pelaksanaan jumrah dan operasional di Mina sebanyak 23 orang.

Sementara itu, satu jemaah dilaporkan belum kembali, karena terpisah dari rombongannya sejak dari Muzdalifah. Jemaah tersebut bernama Tafsirin Wajat Ratam, kloter 11 embarkasi Palembang (PLM 11), Maktab 54.

“Yang bersangkutan, terpisah dari rombongan sejak dari Muzdalifah sampai sekarang. Petugas masih mencari jemaah tersebut, dan ketua kloter menggantikan yang bersangkutan untuk melaksanakan jumrah, thawaf ifadhah, dan sa’i,” kata Agus.

Diharapkan pada tahun berikutnya, jemaah haji tidak ada yang tersesat atau bahkan meninggal ketika pelaksanaan haji maupun ketika tiba di Arab Saudi.