Banyak jemaah haji asetiap pulang selalu mendapatkan kasus pada bagasi, Jemaah haji selalu menginginkan membawa air zam-zam, padahal tidak diperbolehkan.

Puncak dari ibadah haji telah selesai, saat ini jemaah haji melakukan serangkaian ibadah haji. Jemaah haji Indonesia yang telah selesai meninggalkan Mina banyak yang langsung menuju ke Masjid al-Haram. Di sana, mereka melakukan aktivitas tawaf ifadah dan sai.

Namun, Tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH), yang sudah bersiap siaga (stand by) di Masjid al-Haram sejak 14 Agustus pukul 00.00, menemukan  jemaah yang memaksakan diri ke masjid tersebut dengan berjalan kaki dari hotel. Ini dilakukan karena belum tersedianya layanan bus Shalawat.

“Padah jemaah baru saja selesai melaksanakan rangkaian ibadah panjang di Arafah, Muzdalifah, dan Minaina yang menguras tenaga jemaah. Hal ini sangat berisiko bagi jemaah terutama jemaah lansia,” kata Sekretaris P3JH Pradipta Suarsyaf, pada hari Rabu tanggal 14/8.

“Selain itu karena ramainya jemaah Masjid al-Haram, banyak jemaah terpisah rombongan. Akibatnya, jemaah di sini akan kesulitan untuk menemukan rombongan dan kembali ke hotelnya,” kata dia.

Di antara kasus yang ditemukan yaitu, ada jemaah berinisial HC (51 tahun), asal Kloter JKG 03, ditemukan pingsan di pelataran masjid dekat pintu 25 Marwah. Tim P3JH pun langsung memberikan penanganan cepat sehingga jemaah membaik kondisinya.

Setelah diperiksa, ternyata jemaah tersebut memiliki riwayat dua kali pingsan saat di Jamarat saat lempar jumrah. Kepada Tim P3JH, jemaah itu menyadari bahwa dirinya tidak sanggup namun memaksakan diri karena merasa sayang jika tidak menyelesaikan rangkaian ibadah haji bersama rombongannya.

Tim P3JH juga menemukan jemaah haji khusus berinisial ABH (64) mengalami disorientasi dan hipertensi serta mengalami demam sangat tinggi hipertermi. Sehingga jemaah tersebut dibawa ke Haram Emergency Center oleh anggota P3JH.

Kasus lainnya, banyak jemaah haji yang selesai melakukan tawaf ifadhah kebingungan untuk pulang ke hotel karena lupa jalannya. Hal ini karena bus shalawat belum ada dan banyak jemaah terpisah dari rombongannya. Sehingga jemaah haji kebingungan dan merasakan ketakutan jika tidak bisa pulang ke hotel.

“Bekerja sama dengan unsur Linjam (perlindungan jemaah) Sektor Khusus  Masjid Al Haram, Tm P3JH ikut membantu menjaring kasus-kasus ini dan kemudian di rekap jemaah yg belum bisa pulang tersebut untuk bertahap diantarkan ke hotel oleh mobil milik Sektor Khusus.  Pagi tadi,  ada sembilan jemaah yg terdata oleh Sektor Khusus Masjid Al Haram utk diantarkan ke pemondokan,” kata Dipta.

Sementara, Pelaksana Tugas Tim P3JH, Hafidh,  berpesan kepada jemaah untuk menjaga hajinya dengan juga memberikan hak yang cukup bagi badannya. Artinya, dengan menjaga kesehatannya. “Menjaga kesehatan juga merupakan tanda bersyukur atas karunia haji yang Allah berikan sehingga jemaah bisa maksimal beribadah di sisa waktunya di Tanah Haram,” kata Hafidh.