Penimbangan bagasi ini dilakukan agar jemaah haji tidak membawa barang berlebih ketika pulang ke Tanah Air dan tidak membawa air zam-zam.

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus 2019 mendatang. Pada hari Kamis tanggal 15/08 lalu, jemaah haji sudah melakukan penimbangan bagasi. Jemaah haji Indonesia selalu identik dengan kelebihan bagasi dan membawa barang bawaan yang sangat banyak.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melarang jemaah untuk membawa air zam-zam ke dalam koper yang akan dibawa pulang ke tanah air. Kepala PPIH Daker Makkah Subhan Cholid, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat penimbangan bagasi, jemaah haji Indonesia banyak kedapatan membawa air zam-zam dalam koper.

“Padahal percuma saja memasukkan air zam zam dalam koper, karena pada saat penimbangan, itu akan dikeluarkan juga dan tidak akan diangkut,” kata Subhan.

Subhan menyampaikan bahwasanya, pada hari pertama penimbangan bagasi jemaah akan dilakukan kepada 15 kelompok terbang. Kelompok terbang itu di antaranya JKS 1-4; SUB 1-3; PLM 1; LOP 1; PDG 1; SOC 1-3; BTH 1; serta UPG 1.

“Penimbangan bagasi akan dilaksanakan di pemondokan masing-masing. Untuk itu masing-masing jemaah diharapkan sudah mempersiapkan kopernya,” jelas Subhan.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak menggunakan pelindung koper berbentuk jaring-jaring. Jemaah juga diimbaubtidak membawa barang lain yang dilarang seperti gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai.

“Jemaah juga diimbau tidak membawa uang tunai lebih dari 200 juta rupiah atau 60 ribu riyal,” kata Subhan.

Sementara, Kepala PPIH Arab Saudi Endang Jumali mengatakan, jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir soal air zamzam. Karena, mereka akan mendapatkannya ketika sudah sampai di Tanah Air.

“Masing-masing jemaah akan mendapatkan lima liter begitu tiba di embarkasi,” kata Endang.

Endang mengatakan bahwasanya, yang memberikan air adalah pihak maskapai penerbangan pengangkut jemaah haji. Yaitu, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

“Saya sudah tanda tangan kontrak penyediaan air zamzam untuk jemaah,” kata Endang.

Untuk diketahui, rencana pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai pada 17 Agustus. Kloter pertama yang pulang ini termasuk dalam gelombang 1. Kloter ini akan pulang melalui bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Kemudian, pada  tanggal 30 Agustus, awal jemaah haji gelombang II pulang ke Indonesia melalui Bandara Prince Muhammad, Madinah. Setelah itu, pada 15 September, akhir jemaah haji gelombang II pulang ke Indonesia. Kemudian, pada 6 September, akhir kedatangan jemaah haji gelombang 2 di Indonesia.