Banyak wisata yang terdapat pada Arab Saudi, salah satunya adalah pasar yang terdapat di daerah sekitar Masjid Nabawi dan sekitarnya.

Ketika mendengar kota Makkah dan Madinah, selalu terlintas Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan Kurma atau bahkan Air Zam-zam. Pasti banyak yang terlintas di fikiran banyak orang, terlebih umat muslim. Di fikiran umat muslim, Arab Saudi selalu identik dengan umrah dan haji.

Namun, satu hal yang bikin rindu Tanah Suci adalah suasana di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. Setelah puas beribadah, traveler umroh juga bisa puas belanja di sekitar Masjid Nabawi.

Pada zaman dahulu, pedagang kaki lima selalu berada di gerbang keluar Masjid Nabawi. Hal ini dinilai mengurangi kenyamanan para traveler umroh dan haji yang berkunjung ke masjid suci ini. Mau ibadah jadi tergoda untuk belanja.

Tapi sejak beberapa tahun silam, para pedagang kaki lima di sekitar Masjid Nabawi sudah direlokasi ke tempat yang lebih nyaman dan besar. Serta berada di jalur keluar masuk jamaah, jadi tetap ada kesempatan untuk belanja.           

Pemerintah Arab Saudi merasa bangga dan berhasil karena pedagang menjauh dari pintu masuk. Jamaah haji maupun umrah juga nyaman karena tidak langsung diserbu pedagang di pintu gerbang Masjid Nabawi. Pedagang pun senang karena direlokasi ke jalur lalu lintas jamaah yang ramai.          

Sepertinya ini solusi yang menguntungkan semua orang. Penataan lokasi jualan ini justru menjadikannya destinasi wisata belanja yang lebih asyik dan bahkan memberikan rasa aman bagi jemaah haji/umrah atau bahkan pedagang kaki lima. Jemaah haji maupun umrahpun bisa berbelanja dengan nyaman dan tidak berdesak-desakan atau bahkan berpanas-panasan. Selain itu, harga yang ditawarkan juga sedikit bervariasi dan barang yang dipejual belikan di pasar tersebut.