Forum haji ASEAN akan dibentuk oleh pemerintah yang berada di negara-negara di ASEAN, diantaranya adalah Indonesia, Singapura, dll.

Haji merupakan salah satu ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim di dunia ini, Tanpa terkecuali umat muslim yang berada di daerah ASEAN. Ibadah haji selalu dilakukan setiap tahunnya oleh umat muslim danĀ  setiap negara memiliki kuota yang telah ditentukan oleh Arab Saudi.

Para konsul haji se-ASEAN menggelar pertemuan di Jeddah, pada hari Senin malam lalu. Pertemuan dihadiri konsul haji Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand. Tampak hadir juga konsul haji dari Sri Lanka.

Konsul Haji Indonesia Endang Djumali mengatakan bahwasanya, pertemuan yang difasilitasi Muassasah Asia Tenggara ini membahas evaluasi operasional haji 2019 sekaligus mematangkan rencana pembentukan forum haji ASEAN.

“Pertemuan ini sangat penting untuk saling tukar informasi terkait evaluasi operasional haji se-ASEAN karena sama-sama berada dalam satu Komando Muassasah Asia Tenggara. Informasi dari masing-masing negara ASEAN menjadi penting untuk langkah perbaikan kedepan,” ujar Endang.

Terkait pembentukan forum Haji se-ASEAN, Endang mengatakan bahwasanya jika wadah itu sangat penting dan strategis. Tujuannya adalah menyamakan persepsi, khususnya yang terkait dengan kebijakan-kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta Muassasah Asia Tenggara.

“Melalui forum ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan layanan kepada jamaah haji se-ASEAN, termasuk Indonesia. Forum ini juga ke depan akan melakukan kegiatan yang bersifat edukasi seperti seminar, focus group discussion, dan penelitian bersama terkait penyelenggaraan haji dan umrah,” ujarnya.

Endang mengatakan bahwasanya, rencana pembentukan forum haji se-ASEAN akan dilakukan pada bulan September mendatang. Dan akan membentuk program kerja yang dapat dimanfaatkan oleh semua negara yang tergabung dalam forum tersebut.