Haji selalu identik dengan visa, sehingga banyak jemaah haji yang memerlukan visa khusus haji, tapi tahun ini masih ada yang tidak menggunakan visa haji.

Pelaksanaan ibadah haji sudah sampai pada tahap pemulangan jemaah haji ke daerah-daerah masing-masing. Haji merupakan salah satu ibadah wajib dan termasuk rukun Islam yang kelima. Umat muslim selalu berebut kursi untuk mendapatkan giliran haji dengan tahun yang relatif cepat.

Dalam melakukan ibadah haji, pastilah banyak tawaran dari berbagai travel penyalur haji. akan tetapi, masyarakat Indonesia terus diminta berhati-hati dalam menyikapi tawaran-tawaran untuk beribadah haji. Pasalnya, masih saja terjadi adanya penggunaan visa non-haji untuk jemaah.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia yang ingin haji di tahun yang akan datang, cermati betul jenis visa yang ditawarkan travel atau PIHK. Seandainya visa haji silakan, ikuti travel (yang terdaftar) di Kemenag,” kata Kepala PPIH Daker Madinah Akhmad Jauhari di Madinah.

Dia menjelaskan bahwasanya alasan kenapa masih ada penggunaan visa nonhaji dalam pelaksanaan ibadah tersebut pada musim haji tahun ini.

“Permasalahannya lagi-lagi dari sisi antrean, tingginya antrean berdampak pada banyak jemaah yang ingin berangkat secara cepat ketika ada tawaran seringkali masyarakat kita tergiur,” jelas dia.

Dia menegaskan bahwasanya, pihak penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang kedapatan memberangkatan jemaah dengan visa non-haji akan mendapatkan sanksi dari pihaknya.

“Karena ternyata yang kemarelin menggunakan furoda dari kampung, tidak tahu jenis visa apa. Oleh karenanya tentu ini jadi catatan ada PIHK yang terdaftar di Kementerian Agama dan ternyata memberangkatkan warga negara ke Saudi yang tujuannya haji ternyata visa bukan visa haji, tentu akan ada catatan khusus terhadap PIHK itu,” beber dia.