Setiap hamba senantiasa membutuhkan hidayah dalam setiap waktu dan tarikan nafas, juga dalam segala urusan yang dia lakukan.

Manusia membutuhkan hidayah lebih dari kebutuhan mereka terhadap makan dan minum. Bahkan Allah SWT juga memerintahkan kaum Muslimin dalam setiap shalatnya senantiasa memohon hidayah kepada Allah SWT sebanyak tujuh belas kali setiap harinya. Ini menunjukkan betapa pentingnya hidayah itu dalam hidup dan kehidupan manusia.

Hidayah itu dijemput bukan ditunggu. Bukan menunggu waktu tua dahulu, menunggu sukses dunia dahulu, menunggu anak dewasa dan mandiri dahulu. maka berdoa dan memohon hidayah kepada Allah SWT merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah-Nya.

Karena itu Allah SWT yang maha sempurna, memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah dan taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah Al Fatihah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”

Doa ayat diatas termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut.

Ketidaksungguhan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk memohon hidayah-Nya merupakan sebab besar yang menjadikan seorang manusia terhalangi dari hidayah-Nya.

Oleh karena itu, Allah SWT sangat murka terhadap orang yang enggan berdoa dan memohon kepada-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya barangsiapa yang enggan untuk memohon kepada Allah maka Dia akan murka kepadanya”

Hidayah itu dijemput dengan segera. Karena taubat tidak menunggu ajal. Bukan lambat asal selamat, tapi cepat agar selamat di akhirat. Hanya orang yang bersungguh-sungguh lah yang mendapatkan hidayah. Mulailah langkah pertama dengan bertobat terlebih dulu.

Allah SWT berfirman,
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di atas jalan hidayah” (QS. Thaha: 82)

Hidayah tidak diberikan kepada orang-orang yang hanya bisa mengharap tanpa mau berusaha. Hidayah diberikan hanya kepada mereka yang mau bersungguh-sungguh mencarinya dan berusaha mendapatkannya. Dan juga Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang mencari keridhaan) Kami, sungguh akan Kami berikan kepada mereka petunjuk (hidayah) kepada jalan-jalan Kami. (QS. Al-Ankabut: 69).

Ibnul Qayyim menjelaskan ayat di atas, beliau berkata,       
“Allah menggantungkan/mengkaitkan hidayah dengan perjuangan/jihad. Manusia yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling besar jihadnya. Jihad yang paling utama yaitu jihad mendidik jiwa, jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan dan jihad melawan fitnah dunia.” [Al-Fawaid, hlm. 59]

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih semangat mengusahakan untuk selalu mendapat hidayah dari Allah SWT.