Inilah dua hal yang harus dijaga oleh jemaah haji yang sudah melakukan haji atau yang akan melakukan haji, inilah yang harus kita lakukan.

Haji merupakan ibadah yang dilakukan umat muslim di dunia dengan jangka waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah setempat. Dalam melakukan ibadah haji, jemaah haji harus mengantri selama bertahun-tahun, tinggal dari negara mana dan berapa kuota yang diberikan oleh pihak Arab Saudi kepada negara tersebut.

Mabrurnya jemaah haji memang tidak ada yang mengetahui, tinggal jemaah haji bagaimana menjaga kemabruran dari haji yang dilakukannya. Memang, haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima, akan tetapi, bersikap sosial lebih diutamakan. Terlebih jika terdapat tetangga kita yang belum bisa makan atau belum sejahtera, maka yang paling di dahulukan adalah masalah sosial terlebih dahulu, dibandingkan melakukan haji terlebih dahulu.

Selain keadaan sosial, apa saja yang harus dijaga oleh jemaah haji agar hajinya mabrur?, inilah penjelasannya :

  1. Memiliki jiwa kepekaan sosial kepada sesama
  2. Menebar kedamaian di mana pun berada

Direktur PHU berharap, jemaah haji selalu menimba ilmu agama. Lebih lanjut lagi, jemaah haji disarankan untuk membentuk majelis-majelis taklim sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu-ilmu agama di lingkungan sekitar.

Ketua PHU itu juga mengharapkan jemaah haji untuk lebih peka atau peduli terhadap lingkungan sekitar. Dan yang lebih penting, jemaah haji tidak bersikap sombong terhadap umat muslim yang belum bisa melakukan ibadah haji. Biasanya, ketika ada acara menjenguk jemaah haji yang sudah pulang, jemaah haji terkadang lupa akan omongannya yang sok atau bahkan tidak enak jika dibicarakan oleh warga sekitar.

Inilah yang harus dihindari oleh calon-calon jemaah haji yang akan berangkat tahun depan untuk tidak memberikan kata-kata yang menyayat hati para warga sekitar.