Kemuliaan seorang mukmin dapat didapatkan dengan cara shalat malam, menjaga izzah, dan tidak minta-minta kepada orang lain, simak penjelasannya.

Segala aktivitas kita yang bersifat duniawi terkadang membuat kita lupa akan urusan ukhrowinya. Kita sibuk mengejar materi sebagai bekal hidup di dunia sementara bekal untuk di akhirat kita lupakan. Sebagai muslim, mulai sekarang marilah kita seimbangkan antara hidup kita di dunia dengan bekal kita untuk kehidupan selanjutnya yang tentu saja lebih kekal, yaitu akhirat. Dan tentu saja, bekal untuk akhirat itu kita capai dengan sebaik mungkin sesuai dengan petunjuk Allah swt (Al Quran) dan ajaran Nabi Muhammad saw (As Sunnah)

Meraih kemuliaan dalam hidup, bila dilakukan berdasarkan syariat Islam, Insya Allah tidak hanya dunia saja yang berhasil diraih, namun juga keselamatan akhirat yang dijanjikan Allah swt. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam usaha meraih kebahagiaan dan kemuliaan hidup di dunia serta di akhirat.      
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anu, ia berkata:

“Malaikat Jibril datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, kemudian ia berkata: Wahai Muhammad, hiduplah semaumu karena engkau akan menjadi mayit. Beramallah semaumu, karena semuanya akan dibalas. Dan cintailah orang semaumu, karena engkau akan meninggalkannya. Dan ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin didapatkan dengan: shalat malam, menjaga izzah (kehormatan), dan tidak minta-minta kepada orang lain” (HR. Thabrani dalam Al Ausath [4278], Al Hakim [7921], Hilyatul Auliya [3/290], dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 831).     

Di antara ibadah yang paling mulia, yang merupakan ciri khas orang-orang shaleh. Dan ibadah ini juga merupakan ciri para penghuni surga adalah shalat malam (qiyamul lail). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ

“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat amalan adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).      

Oleh karenanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang mengerjakan shalat malam dalam banyak ayat. Di antaranya Allah memuji penghuni surga dengan firman-Nya,

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” [Quran Adz-Dzariyat: 15-18].    

Allah Ta’ala sebutkan ciri pertama dari penghuni surga adalah mereka yang sedikit tidur karena shalat malam. Dan mereka tidak ujub serta sombong dengan shalat malam tersebut. Setelah shalat malam, mereka beristighfar memohon ampun kepada Allah Ta’ala.

Karenanya, marilah kita jadikan diri kita, apapun profesi kita baik sebagai pemimpin, pejabat, pemilik dan pelaku media, selebritis, maupun lainnya berusaha menjadikan diri kita sendiri mulia di sisi Allah dan memuliakan orang-orang yang mulia di sisi Allah.

Demikianlah, selain kita mengejar hal-hal penting yang bersifat duniawi, ada baiknya kita isi hidup ini dengan amal ibadah. Insya Allah hidup kita tidak akan sia-sia karenanya. Kita gunakan umur yang kita miliki ini untuk mempersiapkan diri kita di akhirat nanti.