Umat muslim yang ke Arab Saudi tidak hanya melakukan ibadah haji atau umrah tetapi juga berwisata ke beberapa tempat, Salah satunya adalah Pasar Ukaz.

Ketika berada di Arab Saudi, jemaah haji maupun jemaah umrah tidak hanya melakukan dua ibadah tersebut, tetapi juga melakukan wisata ke beberapa tempat yang ada di Arab Saudi. Salah satunya adalah ke Pasar Ukaz, namun inilah sejarah dari Pasar Ukaz.

Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah, Oman Fathurhahman menerangkan bahwasanya Pasar Ukaz, dalam sejarah bangsa-bangsa Arab merupakan salah satu pasar terbesar tempat berkumpulnya bangsa-bangsa Arab. Pasar Ukaz sebenarnya sudah ada  masa sebelum Islam sekitar 500 tahun sebelum masehi.

“Di sini  tempat bertemunya tradisi Arab, tempat mereka memamerkan kelebihan-kelebihannya, memamerkan lughohnya, budayanya, bahasanya, memamerkan prestasi-prestasi di bidang militer dan juga salah satu yang terkenal adalah dipamerkannya puisi-puisi dari penyair Arab yang terbaik yang kemudian belakangan kita kenal sebagai Al Mualaqot. Puisi-puisi yang terpilih kemudian ditulis dengan tinta emas dan digantungkan di Ka’bah,” kata Oman yang ikut datang ke Pasar Ukaz ini.

Di sisi lain, Pasar Ukaz ini dulunya  merupakan ruang publik bagi bangsa Arab untuk membicarakan berbagai hal termasuk negosiasi politik, perdamaian. Bahkan termasuk kalau mau dilakukan peperangan, gencatan senjata dibicarakan di Pasar Ukaz.

“Jadi berbagai keperluan dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab di Pasar Ukaz. Biasanya  Pasar Ukaz ini terjadi di Bulan Zulqoidah sekitar tanggal 15 sampai tanggal 30 setiap tahun jadi hanya setahun sekali,” kata Oman.

Kemudian, setelah masuk masa Islam, Pasar Ukaz masih dilanjutkan sebagai  tempat bertemunya masyarakat Arab dan oleh Nabi Muhammad dijadikan  sebagai tempat untuk menyampaikan dakwah Islam. Sekarang ini dalam masa kontemporer  dijadikan oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai festival budaya-budaya Arab di mana tradisi Arab dihidupkan kembali.

“Ini dimulai sekitar 2006 Pemerintah Saudi memiliki kesadaran bahwa tradisi Arab patut untuk dihidupkan kembali maka kita bisa lihat ada parade unta, pameran dari berbagai negara Arab ada Bahrain, Lebanon, Oman, dan seterusnya. Di sini semuanya mengapa disebut Multaqo Al Arab, tempat bertemunya orang-orang Arab termasuk di masa kontemporer ini,” kata Oman.