Pasar Ukaz adalah salah satu wisata yang berada di Arab Saudi, namun pasar ini tidak banyak jemaah haji yang tau, sehingga masih dominan penduduk Arab.

Ketika pelaksanaan ibadah haji, sudah pasti suasana pasar Ukaz sangat ramai, bukan hanya ketika pelaksanaan haji saja, tetapi juga ketika ibadah umrah. Suasana ramai itu sudah terlihat sejak pukul 17.00 WAS. Di mana, terlihat warga yang umumnya adalah warga Arab itu berduyun-duyun masuk ke dalam arena Pasar Ukaz. Sama sekali tidak terlihat adanya jamaah haji dari luar Arab Saudi yang masuk ke dalam tempat ini.

Untuk masuk ke dalam pasar, harus menunjukkan tiket masuknya. Tiket bisa dibeli secara tunai maupun online. Satu orang dikenakan satu tiket yang harganya 10 riyal.

Setelah memasuki gerbang Pasar Ukaz, pengunjung langsung disuguhi enam layar videotron berukuran besar yang menampilkan para pujangga Arab yang sedang bersyair. Mereka memakai pakaian Arab kuno, bukan pakaian Arab kebanyakan saat ini.

Pengunjung juga disambut oleh para ‘algojo’ bertubuh tinggi dan kekar, berpakaian prajurit Arab kuno lengkap dengan senjatanya seperti tombak dan pedang. Para pengunjung pun memanfaatkannya dengan foto bersama.

Di sisi kiri gerbang, terdapat arena pacu kuda. Arena ini mempertontonkan keterampilan para pemuda dan pemudi Arab dalam menunggang kuda. Ada yang menampilkannya secara beregu maupun perseorangan.

Acara atraksi pertunjukan kuda itu berlangsung selama sekitar 30 menit. Setelah itu, para penunggang kuda mengibarkan bendera-bendera bangsa Arab. Yang paling besar dikibarkan adalah bendera Arab Saudi yang diikuti oleh pengibaran bendera lainnya seperti Mesir, Oman, Libanon, Maroko, Tunisia, hingga Irak.pengunjung Pasar Ukaz.

Memasuki malam hari,  berbagai pertunjukkan lainnya. Di antaranya, kesenian musik Arab, kuliner Arab, hingga pameran persenjataan Arab Saudi. Setiap negara-negara Arab yang ikut serta dalam festival ini juga menampilkan kesenian dan kuliner khas mereka.

Festival Pasar Ukaz saat ini bukan seperti bayangan kita tentang pasar harian. Tetapi, lebih mirip seperti pekan raya atau ajang pameran tahunan. Meskipun, di sana juga ada transaksi perniagaan.

Dikutip dari Arabnews, Festival ini dibuka pada tanggal 21 Agustus 2019 lalu oleh Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal. Hadir pada pembukaan itu  Presiden Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional Ahmed Al-Khateeb dan Gubernur Taif Saad Al-Maimouni. Para duta besar, diplomat, dan lainnya dari dalam dan luar Arab Saudi juga menghadiri acara tersebut.

Upacara peluncuran dimulai dengan lagu kebangsaan Saudi diikuti dengan presentasi video tentang sejarah Pasar Ukaz, yang menurut juru bicara Taif Seasson Naif Al-Osaimi, sudah dibuka pada 501 Masehi atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad. Pasar ini dibuka kembali 12 tahun lalu dan sejak itu menjadi festival budaya internasional tahunan.

Taif Seasson sendiri adalah salah satu dari 11 festival yang bertujuan untuk meningkatkan tujuan wisata global Arab Saudi yang penting. Pasar Ukaz adalah salah satu atraksi utama acara ini. Di Pasar Ukaz, pengunjung bisa menikmati budaya 11 negara Arab yang berbeda dengan mengunjungi paviliun yang menampilkan makanan, seni, dan perdagangan. Adapun negara-negara itu adalah UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, Mesir, Yordania, Lebanon, Maroko, dan Tunisia. Tentu saja ada juga paviliun untuk Arab Saudi.