Inilah salah satu syarat baru dari pemerintah Arab Saudi bagi calon jemaah umrah yang akana melakukan ibadah umrah, Yuk kita simak!

Ibadah umrah selalu menjadi identik ibadah sebelum atau sesudah haji. Banyaknya minat masyarakat Indonesia akan melakukan umrah menjadi sebab banyaknya paket umrah yang tersebar di Indonesia. Sampai saat ini, paket umrah dari berbagai travel di Indonesia banyak ditawarkan dan banyak fasilitas yang menjadi daya tariknya.

Kebijakan dari pemerintah Arab Saudi diantaranya adalah Pemerintah Arab Saudi menjadikan health insurance atau asuransi kesehatah sebagai syarat utama untuk mendapatkan visa umrah. Jemaah umrah harus membayar biaya asuransi kesehatan ini sebesar 70-75 Riyal Arab Saudi jika ingin visa umrahnya keluar.

“Sekarang ada pengenaan baru namanya health insurance,” kata Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Anton Subekti.

Anton mengatakan bahwasanya kebijakan health insurance ini akan mulai diberlakukan pada 27 September 2019. Artinya semua jemaah umrah yang mengajukan visa umrah terlebih dahulu harus membayar 70-75 Riyal yang dibayar langsung di dalam sistem.

Anton menuturkan bahwasanya, pada tahun ini pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dinilai memberatkan jemaah umrah. Kebijakan yang dinilai memberatkan itu pertama menetapkan harga sebesar 500 Riyal Arab Saudi dan kedua mewajibkan jemaah membeli asuransi kesehatan sebagai peryaratan terbitnya visa umrah. “Inikan aturan radikal dari sisi penyelenggaraan umrah di Arab Saudi,” katanya.

Menurut Anton, pengenaan visa berbayar sekaligus menghapus visa progresif sebesar 20 ribu Riyal itu sudah berlaku sejak 9 September. Kebijakan ini merupakan program Pemerintah Saudi untuk mewujudkan Visi 2030 yaitu jemaah umrah harus mencapai 30 juta jemaah pertahun dan haji 9 juta pertahun. “Dengan program visi misi itu mereka ingin menjadikan sektor umrah dan haji andalan pemasukan negara,” katanya.

Dulu, Pemerintah Arab Saudi menjadikan sektor minyak menjadi andalan. Namun, sekarang sektor minyak sudah tidak bisa Saudi andalkan lagi, karena harga minya dunia sudah hancur. Jadi mau tidak mau Saudi mengambil keuntungan di sektor haji dan umrah. “Jadi yang bisa mereka andalkan umrah haji karena sudah terbukti umrah haji ini tidak surut dengan kejadian apapun,” katanya.