Padahal sebagaian jemaah haji telah berpulang ke Indonesia, tetapi PPIH kembali ke Arab Saudi untuk menjenguk jemaah haji Indonesia yang masih sakit.

Pelaksanaan ibadah haji memang sudah selesai dan hampir semua petugas maupun panitia haji telah kembali ke negara atau daerah masing-masing. Namun, nyatanya pekerjaan belum juga selesai. Hal ini dikarenakan terdapat jemaah haji yang masih di rawat di rumah sakit dan memerlukan beberapa tahap proses penyembuhan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pascaoperasional haji telah tiba di Arab Saudi. PPIH ini dikirim untuk memantau jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi.  

“Bersama ini kami laporkan bahwa tim PPIH pasca operasional haji telah mendarat di Jeddah tanggal 28 September 2019 (kemarin) pukul 16.15 WAS,” kata Ketua Rombongan PPIH Pasca-oprasional Haji, Innes Erica.

Innes yang merupakan dokter dari Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan ini menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KJRI dan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah untuk melakukan visitasi kepada para jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi. “Sesudah itu, tim PPIH Makkah dan Jeddah langsung melakukan visitasi terhadap jemaah haji sakit,” katanya.  

Innes menuturkan, PPIH pascaoprasional haji ini terdiri dari enam petugas kesehatan. Tiga dokter dengan satu spesialis penyakit dalam dan tiga perawat. Menurutnya, sebelum enam petugas dokter datang Kemenkes terus mendampingi jemaah haji yang sakit di RS Arab Saudi. “Dengan tetap menugaskan Tim Pendukung Kesehatan (TPK) sejumlah dua di Jeddah, empat di Makkah, dan tiga di Madinah,” katanya.

Saat ini jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi Jeddah ada tiga orang dan dua orang akan segera dipulangkan. Sementara di RS Arab Saudi di Makkah ada 19 orang yang empat orangnya akan segera dipulang karena dinilai sudah membaik.

“Di RS Arab Saudi di Madinah masih ada 12 orang yang tiga di antaranya sudah membaik dan  sudah direncanakan pulang,” katanya.

Ketika sedang bekerja pada posisi seperti ini, haruslah jiwa dan hati menjadi ikhlas, hal ini dikarenakan pekerjaan pastilah mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. Namun, semuanya harus dijalankan dengan ikhlas dan berniat hanya ingin membantu orang lain.