Semua orang ingin mendapatkan pahala yang banyak dan tentunya besar. namun, apakah bisa pahala tersebut mengalahkan pahala sebulan iktikaf di masjid nabawi?

Dalam berumah tangga, Allah menciptakan semuanya dengan adil. Bagaimana tidak ketika sudah berumah tangga, semuanya akan berpahala. Dari yang menyentuh haram, ketika berumah tangga menjadi pahala. Dari yang mencium haram, ketika berumah tangga menjadi pahala. Dari yang bersalaman haram, ketika berumah tangga menjadi pahala. Semuanya akan menjadi halal dan berpahala jika sudah berumah tangga.

Allah telah menggariskan bahwa orang yang berumah tangga akan mendapatkan rezeki yang berlipat ganda. Dalam berumah tangga, seseorang biasanya pergi berlibur untuk menghilangkan penat. Ketika seorang suami mengajak jalan-jalan istri dengan perasaan ikhlas dan bahagia suami tersebut akan mendapatkan pahala.

Apa yang anda dapatkan jika dengan ikhlas menemani seorang sahabat atau orang terdekat anda membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari?

Pasti banyak yang berfikir bahwa apa yang telah kita lakukan hanya berbalas pahala dan ucapan terimakasih saja?. tapi jangan salah, keikhlasan kita tersebut ternyata diganjar pahala besar bahkan lebih besar dari yang kita pikirkan.

Rasulullah SAW bersabda :

“sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan.” (HR Ath Thabarani).

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin ra berkata :

“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, manfaat ini lebih lebih baik dari manfaat terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya sholat wajib).”

Ganjaran yang melebihi pahala beriktikaf di masjid Nabawi sebula penuh, betapa mulianya kita jika ikhlas walau hanya sekadar menemani orang lain berjalan-jalan. Maka ketika melakukannya dengan ikhlas kepada istri anda sebagai orang yang paling berhak anda bahagiakan di dunia ini.

Rasulullah SAW bersabda :

“orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya.”(HR At Thirmidzi).

Maka lebih baik dahulukanlah istrimu daripada teman-temanmu. Perhatikan keinginan dan temani istri dan anak-anakmu karena sebagaimana mereka adalah yang paling berhak mendapatkan kebaikan dari dirimu (suami).

Meskipun hanya sekedar pergi menemani istri dna anak-anak berbelanja, berjalan santai pada minggu pagi, berbelanja, dan tentunya dengan rasa yang ikhlas dan bahagia. Ganjaran pahala yang menanti bisa melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh.