Banyak yang bilang bahwa uang suami pasti milik istri dan uang istri adalah milik istri sendiri, bagaimana bisa seperti itu?

Ketika menjalin rumah tangga, pastinya memiliki prinsip masing-masing. Terkadang terdapat suami yang membolehkan istri untuk bekerja di luar rumah dengan alasan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga yang semakin hari semakin meningkat. Akan tetapi terdapat juga suami yang tidak memperbolehkan istri untuk bekerja sama sekali, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Semua adalah pilihan setiap orang dan wajib di diskusikan oleh anggota rumah tangga baik dan buruknya ketika semuanya bekerja atau pilihan yang lain. Semuanya pastilah ada baik dan buruknya tapi semuanya lagi dan lagi harus di diskusikan.

Baiknya ketika semuanya bekerja adalah pastinya saving untuk rumah tangga lebih banyak dan pastinya kebutuhan pasti terpenuhi, berbeda dengan jika yang bekerja satu orang saja dalam rumah tangga, maka penghasilan yang diperolehnya sedikit da savingnya juga tidak sebanyak yang semuanya berdua.

Banyak yang bilang bahwa uang suami bekerja adalah uang istri juga, tetapi uang istri, apakah juga milik suami?, ataukah milik istri sendiri?,

Ternyata pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Pernyataan tersebut haruslah diuji satu per satu. Pertama, pernyataan “uang suami (adalah) milik istri.”

Uang suami mungkin saja milik istri dan mungkin juga bukan milik istri. Uang suami yang menjadi milik istri adalah hak nafkah yang seharusnya diterima oleh istri. Tetapi uang suami mungkin juga bukan milik istri, yaitu uang suami di luar keperluan nafkah istri (dan anak). dengan demikian, kalau dikatakan bahwa semua uang suami adalah milik istri, maka bisa dikatakan bahwa istri justru merampas hak suami atas kepemilikan uangnya.

Adapun pernyataan yang kedua, yakni “uang istri milik istri” adalah benar adanya sebagaimana dijamin oleh Islam terkait hak perempuan atas kepemilikan harta.

Maka sah-sah saja jika istri bekerja. Akan tetapi, harus mendapatkan izin dari suami terlebih dahulu. Sebelum menjadi suami istri atau berumah tangga maka carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Dan ketika sudah menjadi istri, maka lebih baik bekerja di rumah dan membuat usaha yang bisa merekrut  orang sekitar rumah maupun anggota keluarga lain.