Lagi, kecelakaan bus terjadi lagi di Arab Saudi tepatnya di Madinah, akankah WNI menjadi korbannya?, atau jemaah umrah lainnya?

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan bahwasanya tidak ada korban Warga Negara Indonesia dalam kecalakaan bus yang merenggut 35 nyawa di Madinah. Tim perlindungan WNI KJRI Jeddah telah bergerak ke Madinah dan bertemu pihak Kepolisian dan RS King Fahd.

Terdapat sebanyak 35 jemaah umrah meninggal dalam kecelakaan bus di dekat Madinah, Arab Saudi, pada hari Rabu tanggal 16/10. Insiden itu turut menyebabkan empat penumpang luka-luka.  

“Terdapat 35 korban meninggal dalam keadaan hangus dan lima korban luka parah. Dari lima yang luka parah, tidak ada korban WNI. Sedangkan untuk korban meninggal, Polisi perlu melakukan tes DNA,” ujar Judha.

“Kecelakaan pada hari Rabu melibatkan sebuah bus pribadi rentalan dengan sebuah kendaraan berat di dekat kota Arab Saudi barat,” kata juru bicara kepolisian Madinah seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), dikutip the Guardian.  

Korban yang meninggal adalah jemaah asal Arab dan Asia. Sementara korban yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke Rumah Sakit Al-Hamna. Saat ini otoritas Arab Saudi sedang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. 

Kecelakaan yang menyebabkan jemaah umrah meninggal setidaknya telah tiga kali terjadi di Saudi dalam tiga tahun terakhir. Pada Januari 2017, enam warga Inggris, termasuk bayi berusia dua bulan, tewas dalam kecelakaan minibus. Mereka hendak menuju ke Madinah setelah melakukan ziarah ke Makkah. 

Pada bulan April 2018, insiden serupa kembali terjadi. Tabrakan antara bus dan truk tanker menyebabkan empat warga Inggris yang sedang melakukan umrah meninggal. Kecelakaan itu turut menyebabkan 12 orang lainnya luka-luka.